Pembuatan Sumur Artesis di Jatinangor Dipermasalahkan

by -174 views


JATINANGOR

Pembuatan sumur artesis oleh sejumlah perusahaan dan pengembang di kawasan Jatinangor, Kab. Sumedang, ternyata masih menuai pro dan kontra di antara warga. Seperti di Desa Cikeruh, Kec. Jatinangor.

Keterangan yang dihimpun “GM”, Jumat (9/11), mereka yang menolak pembangunan sumur artesis di kawasan Jatinangor khawatir persediaan air bawah tanah tersedot. Sementara yang pro menilai, jika sumur artesis bisa membantu warga dalam penyediaan air bersih.

Kepala Desa Cikeruh, Rahmat mengatakan, warga di desanya masih pro-kontra. “Warga yang menolak keberadaan sumur artesis umumnya khawatir di daerahnya akan mengalami krisis air bersih akibat tersedot sumur artesis,” katanya.

Apalagi, katanya saat ini ada sejumlah warga mempertanyakan pengembang apartemen yang hendak membangun sumur artesis. “Berdasarkan kabar, pemasangan alat sudah 75 meter dari permukaan tanah. Namun warga menduga lebih dari 75 meter,” terangnya.

Menurutnya, sebelum dipasang ada pemberitahuan. Namun pemberitahuan ini untuk aparat dan pihak kecamatan tidak datang ke lokasi. Sehingga tidak tahu apakah kesing dipasang 75 meter atau lebih.

Menurutnya, sesuai komitmen pemasangan alat sumur artesis harus disaksikan masyarakat yang berdekatan dengan lokasi. “Sayang dari pihak pengembang tidak ada undangan kepada aparat desa untuk melihatnya,” ujarnya.

Dikatakannya, hal ini dikhawatirkan akan menimbulkan masalah di kemudian hari. Untuk itu harus ada saksi. “Pengembang juga jangan menyalahkan pihak desa jika ada warga yang mempertanyakan hal itu,” katanya.

Salah satu perwakilan pengelola apartemen di kawasan Desa Cikeruh, Deni Morand menyatakan, pemasangan alat ini yang kedua kalinya. Pengerjaan sumur artesis yang pertama sudah selesai dengan kedalaman 120 meter.

Menurut Deny, proyek sumur artesis yang kedua dudah diberitahukan kepada aparat desa. Bahkan surat pemberitahuan juga disampaikan kepada aparat Kec. Jatinangor.

Ia mengatakan, di lokasi apartemen terdapat dua sumur artesis dan satu sumur imbuhan atau sumur resapan. “Proses perizinan sudah jelas dan tidak ada masalah lagi,” katanya.

sumber : klik-galamedia