Pemda Sumedang Akan Bantu Selesaikan Masalah Harga Kios di Pasar Sandang

by -144 views

Pemda Sumedang Akan Bantu Selesaikan Masalah Harga Kios di Pasar Sandang

Jatinangorku.com – Pemkab Sumedang akan membantu meringankan cicilan kios dan lapak para pedagang dalam revitalisasi Pasar Sandang Sumedang (PSS) menjadi pasar semi modern. Bantuan tersebut, apabila harga kios dan lapak yang sudah ditetapkan pengembang, dirasakan masih memberatkan para pedagang.

“Ketika harga kios dan lapak sudah mentok tak bisa diturunkan lagi oleh pengembang, tapi masih dirasakan berat oleh para pedagang, berarti harus dicari solusinya,” ujar Asisten Pembangunan Sekretariat Daerah (Setda) Kab. Sumedang, H. Dede Hermasah ketika ditemui di ruang kerjanya di kantor Induk Pusat Pemerintahan (IPP) Pemkab Sumedang, Kamis (10/7/2014).

Untuk mencari solusi tersebut, lanjut dia, pemda akan melakukan intervensi langsung supaya persoalan harga kios dan lapak bisa diselesaikan.

Terlebih masalah harga, menjadi salah satu persoalan krusial yang terjadi dalam proses revitalisasi PSS menjadi pasar semi modern. “Intervensi dari pemerintah itu sudah keharusan, ketika terjadi pakeukeuh-keukeuh harga kios dan lapak,” tutur Dede.

Menurut dia, campur tangan pemda dalam menyelesaikan masalah harga kios dan lapak, di antaranya memberikan subsidi uang muka atau cicilan untuk pembelian kios dan lapak baru.

Anggarannya diambil dari APBD. Pemerintah juga akan membantu para pedagang yang masih memiliki pinjaman kredit kepada bank dengan jaminan surat HGB (Hak Guna Bangunan) kios lama. Beban mereka semakin berat, ketika harus membayar uang muka dan cicilan ke bank untuk pembelian kios dan lapak baru.

“Pemda bisa mengeluarkan kebijakan supaya perbankan ikut membantu meringankan beban para pedagang terkait cicilan kreditnya. Terkait hal itu, akan dilakukan pembahasan bersama dengan pihak perbankan,” kata Dede.

Alternatif penyelesaiannya, lanjut dia, cicilan kredit yang memakai jaminan HGB dan cicilan untuk pembelian kios dan lapak yang baru, bisa dikelola oleh satu bank. Jika pinjaman kreditnya membengkak, pemda bisa meminta bank untuk memperpanjang waktu pinjaman kreditnya.

Dengan cara tersebut, cicilannya bisa diturunkan. “Nah, berbagai alternatif itu bisa dilakukan oleh pemda sebagai solusi dari permasalahan harga kios serta pinjaman kredit dengan jaminan HGB,” kata Dede.

Lebih jauh ia menjelaskan, berbagai intervensi itu harus dilakukan oleh pemda supaya proses revitalisasi PSS menjadi pasar semi modern berjalan lancar dan pembangunannya segera terwujud.

Meski tak dipungkiri proses revitalisasi itu relatif banyak permasalahan, namun proses pembangunannya harus terus berjalan. Bahkan harus secepatnya dibangun. Selain karena revitalisasi PSS menjadi prioritas Pemkab Sumedang, juga sangat bermanfaat untuk kepentingan para pedagang.

“Revitalisasi ini bukan kepentingan pemda, tapi justru untuk kepentingan para pedagang sendiri. Dengan pembangunan pasar semi modern, pendapatan mereka akan meningkat dan perekonomian daerah bisa maju. Apalagi kondisi Pasar Sandang dan Pasar Inpres yang tidak layak pakai dan kumuh itu, tak bisa dibiarkan seperti itu. Kedua pasar tradisional itu harus dibangun supaya bagus, layak pakai dan nyaman untuk berbelanja. Walaupun masalah pasar ini jelimet, tapi bukan berarti pembangunannya dibatalkan. Justru sebaliknya, harus segera dibangun dengan menyelesaikan berbagai permasalahannya,” tutur Dede

Sumber : http://www.pikiran-rakyat.com/