Pemerintah Kaji Penghentian Trayek Baru Lion

by -28 views

Pemerintah Kaji Penghentian Trayek Baru Lion

Jatinangorku.com – Kementerian Perhubungan sedang mempertimbangkan moratorium atau penghentian sementara izin trayek baru bagi Lion Air, karena maskapai tersebut kerap terlambat atau delay. »Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Pak Herry Bakti, sedang menghitung-hitung. Itu merupakan opsi,” kata Wakil Menteri Perhubungan, Bambang Susantono, kemarin.

Menurutnya, keputusan moratorium merupakan kewenangan Kementerian Perhubungan sebagai regulator. Namun, pemerintah terlebih dahulu akan menyesuaikan kapasitas bandar udara dan mengatur navigasi, juga menyangkut jam operasional bandara. Setelah audit selesai, pemerintah akan memutuskan jadi atau tidaknya pemberian moratorium.

Desakan agar pemerintah mengeluarkan moratorium datang dari Komisi Perhubungan Dewan Perwakilan Rakyat. Ketua Komisi, Laurens Bahang Dama menyatakan, Komisi sedang membahas kinerja Lion Air yang sempat delay 55 kali, dua pekan lalu. Dewan mengusulkan agar Kementerian Perhubungan sementara waktu tidak mengeluarkan izin rute baru. »Khusus untuk Lion Air yang penerbangannya kerap terlambat,” kata Laurens.

Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia, Sudaryatmo setuju dengan rencana tersebut. Menurut dia, selama pemerintah memiliki justifikasi yang jelas terkait pemenuhan hak konsumen, maka izin pengembangan rute baru Lion Air bisa dibekukan sementara.

Sudaryatmo menyarankan pemerintah membatasai satu maskapai tidak menguasai rute penerbangan lebih dari 50 persen. Idealnya, sebuah rute dikuasai oleh tiga maskapai secara seimbang sehingga ketika satu maskapai dikenakan moratorium atau izin dibekukan maka konsumen tidak terbengkalai.

Menanggapi hal tersebut, Airport Operation and Services Lion Air, Daniel Putut menyatakan, perusahaannya telah berkoordinasi dengan Kementerian. Hasilnya, Lion Air akan melakukan integrated delay management. Melalui sistem tersebut, manajemen Lion menyiapkan pesawat cadangan untuk antisipasi kerusakan pesawat utama.

Namun, kemarin, beberapa penerbangan Lion Air masih telat, misalnya di Bandara Juanda, Surabaya. Penerbangan JT 581 tujuan Jakarta yang semestinya berangkat pukul 15.45 baru terbang 16.30. Menurut Manager Lion Air Cabang Bandara Juanda, Kolid Widodo, atas keterlambatan ini penumpang mendapat kompensasi roti dan minuman.

»Wah kalau Lion terlambat sih sudah biasa. Tidak menghitung lagi,” kata General Menager Angkasa Pura I Cabang Juanda, Trikora Harjo.

Hal yang sama terjadi di Bandara Adi Soemarmo, Surakarta. Di penerbangan kedua ke Jakarta, pesawat semestinya terbang pukul 09.45, tapi baru berangkat pukul 10.23. Di Bandara Adisutjipto Yogyakarta, pesawat Lion Air asal Jakarta mendarat pukul 13.19 telat hampir satu jam

Sumber : http://id.berita.yahoo.com