Pemilihan Ketua Ika Unpad Eka Santosa: Tidak Ada Pencabutan Suara Hasil Pemilihan

by -51 views

 

 

Pimpinan Sidang Musyawarah Besar (Mubes) Ikatan Alumni Universitas Padjadjaran (Ika Unpad), Eka Santosa, menyatakan tidak ada pencabutan atau penghangusan suara yang diraih oleh para calon pada pemilihan Ketua Ika Unpad di Bale Santika, Unpad, Jatinangor, Minggu (17/4).

Dalam pemilihan itu, calon nomor urut satu Hikmat Kurnia memperoleh suara terbanyak yakni 546, disusul oleh Yuddy Chrisnandi dengan 530 suara, dan Ahmad Doli Kurnia dengan 455 suara. Namun proses penghitungan suara dihentikan, karena jumlah surat suara ternyata lebih banyak 60 buah daripada DPT yang mencapai 1.541.

“Acara secara keseluruhan saya kira berjalan lancar. Tidak ada pencabutan suara,” ujarnya melalui sambungan telepon, Senin (18/4).

Menurut Eka, rotal suara yang masuk tercatat sebanyak 1542, yang berasal dari 10 kotak suara. Sebanyak 11 suara dinyatakan tidak sah.

“DPT yang saya terima dari panitia jumlahnya 1541, sedangkan total suara yang masuk 1542. Lalu saya setop, hentikan hitungan dan setelah dilihat lagi dalam kotak suara masih ada sisa 59, jadi dengan satu suara tadi totalnya 60 suara yang lebih,” ujar Eka.

Kondisi ini, kata Eka, di luar dugaan. Ini terjadi, ujarnya, akibat dari kesalahan teknis dari petugas penerimaan data pemilih. Ia menekankan bahwa tidak ada pencabutan suara.

Panitia melakukan pemungutan suara melalui dua cara. Pertama, pemungutan suara dilakukan melalui online yang sudah berjalan sebelum Mubes dilangsungkan. Kedua, pendaftaran spontan saat hari H pemilihan ketua IKA. Jumlah pendaftar yang tercatat melalui online sebanyak lebih dari 3000 pemilih.

Pimpinan sidang Mubes IKA Unpad 2016 terdiri dari lima orang; dua orang pengurus lama, tiga orang dari peserta mubes, utusan dari fakultas dan Komda IKA Unpad 2016. Sidang ini pun terdapat 15 peserta delegasi.

“Ketika ada selisih maka dikembalikan ke Mubes. Mubes mempercayakan untuk penyelesaian ini kepada ketiga kandidat,” ujarnya.

Eka Santosa mengatakan, ada dua pendapat yang berbeda. Dua tim sukses atas nama Yuddy Chrisnandi dan Ahmad Doli Kurnia, lanjutya, mengusulkan supaya ada klarifikasi dan pembicaraan antarkandidat. Tetapi, Hikmat Kurnia menginginkan untuk dilakukan langsung. Karena ada dua pendapat yang tidak sama inilah, demi kepentingan bersama, sambung Eka, maka ia putuskan untuk kembali ke Mubes.

“Lalu mubes memutuskan, karena ini dasarnya sifatnya teknis dan tidak ada unsur kesengajaan, dan esensi dari mubes itu sendiri untuk memilik ketua IKA Unpad, apa salahnya ditunggu dulu secara kekeluargaan,” jelasnya.

Sidang Mubes, lanjutnya, mempersilakan para kandidat untuk menyelesaikan masalah ketidaksesuaian antara jumlah pemilih di DPT dan hasil pemungutan suara secara kekeluargaan.

“Setelah dikomunikasikan dengan ketiga kandidat, pada dasarnya semua kandidat tidak terlalu ngotot ngotot. Karena saya takut salah prosedur dan ini di luar kemampuan saya sebagai ketua sidang, maka saya kembalikan ke Mubes. Kumpullah dari 15 peserta delegasi, ada 9. Mereka tanda tangan, saya tertibkan dulu,” ujarnya.

Demi kebesaran Unpad, lanjutnya, maka ia mempercayakan kepada ketiga kandidat untuk menyelesaikan dan merundingkan selama satu minggu

Setelah diadakan pertemuan antara panitia pemilihan dengan tim sukses masing-masing calon, dihasilkan dua butir keputusan. Pertama, penyelesaian masalah surat suara ini diselesaikan selambat-lambatnya satu minggu oleh tiga kandidat. Kedua, penyerahan hasil musyawarah diserahkan kepada Hikmat Kurnia. Hasil ini akan dimusyawarahkan oleh dua kandidat lainnya.

“Kalau dalam seminggu belum mencapai kata sepakat, maka bisa saja panitia mengambil langkah mengembalikan itu dan kami melakukan rapat Mubes lagi, kan Mubes belum berakhir,” ujarnya.

“Ini kan untuk pertama kali dilaksanakan di Jatinangor, yang pasti saya meyakini 100 persen bahwa ini tidak ada unsur rekayasa dan kesengajaan. Ini betul-betul sesuatu yang di luar kemampuan. Sebab memang pada waktu hari H (pemilihan), banyak alumni setelah mereka melakukan reuni di fakultasnya langsung masuk ke tempat pemilihan,” jelasnya.