Pemkab Pastikan Tidak Ada Lagi Desa Berstatus Tertinggal di Sumedang

by -8 views
Pemkab Pastikan Tidak Ada Lagi Desa Berstatus Tertinggal di Sumedang
Pemkab Pastikan Tidak Ada Lagi Desa Berstatus Tertinggal di Sumedang

Pemkab Pastikan Tidak Ada Lagi Desa Berstatus Tertinggal di Sumedang – Pemerintah Kabupaten Sumedang, Jawa Barat mampu menghapus satu desa tertinggal dalam kurun waktu satu tahun. Sehingga kini tercatat nol desa berstatus tertinggal di kabupaten tersebut.

Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir mengatakan, capaian hasil tersebut merupakan hasil desa membangun, sehingga di Sumedang tidak ada lagi desa yang tertinggal, bahkan desa yang berstatus mandiri bisa bertambah.

“Ini berkat kerja dari aparat desa dengan mengoptimalkan potensi yang ada, potensi keuangan, mengangkat derajat desanya menjadi tidak berstatus desa tertinggal,” tutur Dony Ahmad Munir kepada sejumlah wartawan di Gedung Negara Sumedang, Rabu 4 November 2020.

 

Dikatakan Dony, sejak tahun 2019 di Sumedang sudah ada Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintahan (SAKIP) Desa.

“SAKIP Desa ini tentunya lebih mengarahkan pemerintah desa supaya berorientasi hasil, dan uang yang berjumlah miliaran itu jelas dampaknya kepada masyarakat,” tuturnya.

Ia mengatakan, ada beberapa hal yang menjadi indikator kerja utamanya kepada setiap pemerintah desa di Sumedang, diantaranya, menurunkan angka kemiskinan by name by adress dengan kegiatan program yang ada di desa tersebut, menurunkan stunting, gizi buruk balita, dan meningkatkan kualitas pelayanan publik di setiap desa.

“Di Sumedang, ada perjanjian kinerja yang bermaterai antara kepala desa dengan camat. Tercapai atau tidaknya terget nantinya akan dilakukan monitoring dan evaluasi oleh Camat, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa ( DPMDes), Inspektorat, dan Tapem,” kata Dony.

 

Baca Juga :  Pilkades Serentak di Sumedang akan Digelar pada 13 Desember 2020

 

Dony mengatakan angka kemiskinan di Sumedang dalam kurun waktu satu tahun terakhir mengalami penurunan.

“Angka kemiskinan di Sumedang yang awalnya 9.76 persen menjadi 9.01 persen dan angka stunting yang awalnya 9,7 persen kini menjadi 8.7 persen, dan berdasarkan Indeks Desa Membangun (IDM) kami pada 2019, desa mandiri yang awalnya ada 1 desa, kini menjadi 4 desa, desa maju awalnya ada 67 menjadi 91 desa, desa berkembang awalnya 201 desa menjadi 175 desa, dan desa berstatus tertinggal yang awalnya ada 1 kini menjadi nol desa tertinggal,” ujarnya.

Politisi PPP ini menambahkan, pihaknya pun terus melakukan monitoring dan evaluasi setiap kinerja pemerintah desa di wilayahnya.

“Kami akan monev (monitoring dan evaluasi) terus, target kinerjanya tercapai atau tidak. Kami akan memberikan reward dan punishment kepada setiap desa, bagi desa yang berhasil mencapai target kinerja akan kami berikan reward, yakni bantuan keuangan desa,” katanya

 

 

 

Sumber : https://notif.id/