Pemkab Sumedang Kucurkan Bantuan Pengadaan Biogas

by -66 views

Pemkab Sumedang Kucurkan Bantuan Pengadaan Biogas

Jatinangorku.com – Desa Haurngombong Kecamatan Pamulihan sudah menjadi desa mandiri energi sejak lima tahun lalu. Di desa ini, ratusan keluarga menggunakan biogas sebagai bahan bakar memasak dan kebutuhan rumah tangga lainnya. Biogas didapat dari kotoran ternak sapi yang banyak di desa ini.

Sadar dengan manfaat biogas yang diterapkan Haurngombong, Pemkab Sumedang pada tahun ini mengadakan bantuan biogas kepada 160 KK di 18 desa di 13 kecamatan. Bantuan berupa instalasi biogas secara komplit dan lengkap.

“Kami tahun ini mengadakan bantuan pengadaan instalasi biogas karena memang desa mandiri energi di Haurngombong sudah membuktikan manfaat biogas itu. Sekarang warga tak lagi membeli gas elpiji atau minyak tanah,” kata Benny Setiabudi Kasie Pengembangan Energi Alternatif Distamben Kabupaten Sumedang, Jumat (22/8/2014).

Setiap satu paket instalasi biogas membutuhkan biaya Rp400.000. Namun, bantuan tidak berupa uang melainkan sebuah instalasi yang bisa langsung dipakai. Masyarakat penerima bantuan atau pemerintahan desa setempat hanya menyediakan lahan yang akan digunakan.

Bantuan akan terealisasi akhir tahun ini, sementara Dinas Pertambangan dan Energi menunggu hasil lelang kegiatan ini.

“Kegiatan ini berupa pemasangan instalasi biogas oleh rekanan. Penerima manfaat yang sudah terdaftar nanti pada saatnya tinggal menerima bersih atau siap pakai, karena dari mulai pembuatan reaktor, penyediaan pipa dan pemasangan blower dan kompor gas itu dikerjakan oleh pihak rekanan,” tutur Benny.

Sementara, berdasarkan penghitungan yang dilakukan Distamben Sumedang, jika produksi limbah sapi sebanyak 4.14 m3 limbah/hari maka setara dengan 1.90 kg LPG atau 2.56 liter minyak tanah. Konversi setia 1 m3 biogas sama dengan 0.46 kg LPG atau 0.62 liter minyak tanah, atau 0.80 liter bensin dan 3.50 kg kayu bakar.

Saat ini di Desa Haurngombong terdapat 529 ekor sapi. 529 ekor sudah dimanfaatkan dan sebanyak 297 ekor yang belum dimanfaatkan. Pemanfaatan biogas dapat menghemat kurang lebih 50% biaya Listrik, dimana penghematan tersebut kebanyakan dialihkan ke biaya pendidikan, kesehatan dan daya beli. Selain itu Lampu Penerangan Jalan (LPJ) sudah pula menggunakan energi listrik berbahan baku Biogas.

Di Haurngombong, sudah ada 400 keluarga yang tergabung dengan 190 kelompok ternak sapi sudah merasakan manfaat biogas

Sumber : http://www.inilahkoran.com/