Pemkab Sumedang menyuntikan Dana Segar untuk Bank

by -25 views

 

Pemkab Sumedang menyuntikan dana segar sebagai penyertaan modal ke Bank bjb. Tahun ini dianggarkan Rp 4,6 miliar lebih dana dari APBD 2016 untuk penyertaan modal di Bank bjb.

Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapperda) DPRD, Yogi Yaman Santosa menyebutkan, Bupati Sumedang sudah mengajukan raperda tentang penyertaan modal ke Bank bjb. “Pemkab Sumedang sudah mengajukan raperda tentang penyertaan modal. Bukan hanya ke bank bjb tapi juga penyertaan modal ke Bank Sumedang dan Lembaga Keuangan Mikro,” kata Yogi, Senin (30/5).
Sejak tahun 1993 untuk penyertaan modal ke bank milik Pemprov Jabar dan pemerintah kabupaten/kota di Jabar ini, Pemkab Sumedang sudah mengelontarkan dana Rp 19,5 miliar.

“Untuk tahun ini Pemkab Sumedang mengajukan penyertaan modal ke bjb mencapai Rp 4,6 miliar. DPRD akan membentuk panitia khusus dan membahas soal besaran dana penyertaan modal itu,” katanya.

Pemkab Sumedang yang juga pemilik Bank bjb ini mendapat deviden setiap tahun Rp 3,5 miliar dari penyertaan modal itu.
Yogi menyebutkan Pemkab Sumedang juga menyuntikan dana untuk bank milik Pemkab Sumedang, Bank Sumedang. Untuk Bank Sumedang yang sebelumnya bernama BPR ini harus disuntikan Rp 50 miliar sebagai modal dasar. Pemkab Sumedang sudah mengelontorkan dana Rp 16, 7 miliar sebagai penyertaan modal.
“Penyertaan modal itu masih kurang Rp 33, 2 miliar dan setiap tahun mulai 2016 sampai 2025, setiap tahunnya akan dikucurkan dari APBD Rp 3 miliar,” kata Yogi. Tahun 2026 akan dikucurkan Rp 3,2 miliar, imbuhnya.

Begitu juga untuk lembaga keuangan mikro (LKM), APBD akan menyuntikan dana Rp 600 juta tahun 2016 dan 2017 serta pada tahun 2018 sebadar Rp Rp 700 juta. “Modal dasar untuk LKM itu Rp 5 miliar dan Pemkab Sumedang harus memiliki saham Rp 3 miliar. Saat in sudah disuntikan Rp 1,1 miliar dan kurangnya Rp 1,8 miliar lagi,” katanya.