Pemkab Sumedang Tambah Anggaran Rp 2 M untuk Pilkades Serentak

by -10 views
Pemkab Sumedang Tambah Anggaran Rp 2 M untuk Pilkades Serentak
Pemkab Sumedang Tambah Anggaran Rp 2 M untuk Pilkades Serentak

Pemkab Sumedang Tambah Anggaran Rp 2 M untuk Pilkades Serentak – Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir meyakini pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak 2020 dapat berjalan dengan aman dan damai. Sosialisasi protokol kesehatan dan deklarasi damai terus disampaikan kepada seluruh calon kepala desa di Kabupaten Sumedang.

Untuk diketahui, Pilkades Serentak akan digelar di 26 kecamatan yang terdiri dari 88 desa se-Kabupaten Sumedang. Rencananya pelaksanaan Pilkades digelar pada 16 Desember 2020 mendatang.

Dihadapan para Calkades, Dony menekankan, adaptasi kebiasaan baru (AKB) tetap harus jadi pedoman saat menjalankan tahapan Pilkades Serentak. Dirinya menegaskan pedoman AKB harus efektif agar pelaksanaan Pilkades di tengah pandemi COVID-19 tidak berdampak negatif.

“Arahkan AKB dengan efektif. Jangan sampai ada kluster baru pada pelaksanaan Pilkades serentak nanti. Terutama 3 M (memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan) mohon dipatuhi,” kata Dony saat ditemui di Darmaraja, Kabupaten Sumedang, Kamis (26/11/2020)

Di masa pandemi COVID-19 ini, Dony meminta kepada seluruh calon untuk menjadi teladan dalam menjalankan protokol kesehatan, dari mulai masa kampanye dan tahapan selanjutnya pemilihan nanti.

Pada kesempatan itu juga, Dony menyampaikan sejumlah pesan, agar para calon kepala desa bisa menyatakan siap menang dan siap kalah.

“Yang menang harus bisa mengakomodir pokok pikiran semua calon kades yang kalah. Satukan visi-misi semua calon oleh kades yang terpilih dan ketika beres pemilihan harus kompak, bagi yang menang jangan besar hati bagi yang belum menang harus menerima dan menenangkan pendukungnya,” katanya.

Dony menegaskan, bahwa di Kabupaten Sumedang tidak pernah terjadi pertikaian pada pelaksanaan demokrasi baik itu pemilihan bupati, gubernur dan kepala desa.

“Kami harapkan saat pemilihannya nanti semoga bisa berjalan dengan damai, lancar dan terhindar dari berita berita bohong (hoaks), politik dan perjudian,” ucapnya.

Selain itu juga, Dony berharap deklarasi damai bisa dipatuhi semua unsur, baik itu calon Kepala Desa, masyarakat, panitia dan masing-masing pendukung. Sehingga dalam Pilkades nanti diharapkan dapat berjalan dengan aman, damai, tertib, lancar dan kondusif.

“Dimana nantinya para calon kepala Desa menyampaikan komitmennya bersama sama, agar pemilihannya nanti bisa berjalan lancar dan bisa di jalankan sebaik baiknya, terutama menjaga persahabatan dan bersilaturohim dari pada ada perpecahan,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Kabupaten Sumedang Endah Kusyaman mengatakan pihaknya memberikan tambahan anggaran Rp 2 miliar untuk Pilkades Serentak 2020. Anggaran itu disiapkan untuk penyediaan masker, faceshield, sarung tangan dan kebutuhan lainnya.

“Anggarannya untuk pengadaan sarana pendukung protokol kesehatan seperti masker, faceshiled, sarung tangan, thermal gun, cairan disinfektan, vitamin dan sebagainya,” kata Endah saat Sosialisasi dan Deklarasi Damai Calon Kepala Desa pada Pilkades Serentak Gelombang Ketiga dengan Adaptasi Kebiasaan Baru, di Kecamatan Darmaraja, Kamis (26/11/2020).

Kata Endah, anggaran tambahan tersebut sudah didistribusikan ke semua panitia masing-masing di setiap desa. Hal itu agar persiapannya dapat dilaksanakan dengan baik.

 

Baca Juga : Hadiri Sosialisasi Pilkades, Wabup Sumedang Tekankan Prokes

 

“Sudah didistribusikan ke desa-desa untuk mengadakan APD (alat pelindung diri) dan alat protokol kesahatan lainnya,” katanya.

Selain itu, tempat pemungutan suara (TPS) pada Pilkades serentak ini juga mengalami penambahan hampir 2 kali lipat dari biasanya. Sebab hal itu dilakukan guna memecah jumlah pemilih di TPS, sehingga bisa mencegah terjadinya kerumunan.

“Penambahannya hampir 100 persen, dari yang awalnya sekitar 240 TPS, sekarang menjadi sekitar 400 TPS. Sebagaimana yang disampaikan Pak Bupati pelaksanaan Pilkades serentak ini harus menerapkan protokol kesehatan,” ucap Endah.

 

 

Sumber : https://news.detik.com/