Pemprov Akan Fasilitasi Tikar Mendong untuk Jemaah Haji Jabar

by -32 views

Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan memfasilitasi penyediaan tikar mendong Tasikmalaya untuk para jemaah haji Jawa Barat yang akan menunaikan ibadah haji. Hal itu sebagai bentuk perhatian pemerintah terhadap para jemaah haji.

Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan mengatakan pada tahun 2016 ini ada sekitar 28.888 jemaah asal Jawa Barat yang akan menunaikan ibadah haji ke tanah suci.

“Sebagai bentuk perhatian kita terhadap para jemaah maka kita akan berikan tikar mendong Tasikmalaya untuk jemaah. Dalam hal ini satu orang jemaah akan mendapat satu tikar mendong,” jelas Heryawan kepada wartawan pada acara pengukuhan panitia penyelenggara ibadah haji (PPIH) dan ikatan persaudaraan haji Indonesia (IPHI) Jawa Barat di asrama haji embarkasi Bekasi, Selasa (19/7/2016).

Dikatakannya, tikar mendong sangat penting bagi para jemaah haji, terutama pada saat wukuf di padang arafah serta mabit di mudzdalifah.

“Biasanya kan pake karpet, itu banyak pasirnya. Tapi kalau dengan tikar mendong maka para jamaah bisa rebahan dan istirahat dengan nyaman. Apalagi tikar itu kan dingin sifatnya,” katanya.

Selain akan memfasilitasi penyediaan tikar mendong Tasikmalaya, kata gubernur, Pemprov Jabar pun akan memfasilitasi bis atau transportasi pengantaran para jemaah haji dari daerah ke asrama haji.

“Pemprov Jabar pun akan bantu penyediaan bus untuk transportasi jemaah haji. Dalam hal ini kita bersyukur karena beberapa pemerintah daerah kabupaten kota pun ada yang menyediakan bis untuk transportasi jemaah haji,” katanya.

Dikatakannya, pemprov jabar terus berusaha meningkatkan pelayanan kepada para jemaah haji asal Jawa Barat. Termasuk juga untuk manajemen pengelolaan haji.

“Kita terus lakukan terobosan baru terutama untuk petugas kloter sehingga mereka bisa bertugas dengan baik,” katanya.

Saat ini pun Pemprov Jabar sedang memberikan pembekalan kepada para kepala rombongan dan kepala regu di Subang. Termasuk mengoptimalkan koordinasi para petugas kloter dengan para jamaah dan lainnya.

“Para petugas ini dibekali dengan pembekalan materi sehingga mereka paham apa yang harus dilakukan termasuk bisa memberikan solusi cepat saat terjadi sesuatu,” katanya.