Pemprov Desak Pusat Percepat Pembangunan Lingkar Jatigede

by -20 views

Jatinangorku.com – Pemprov Jabar mendesak pemerintah pusat memercepat proses pembangunan Jalan Lingkar Jatigede yang kini tinggal menyisakan pembangunan spanjangan 500 meter lagi.

Jalan tersebut punya arti penting sebagai pengganti akses Sumedang-Wado-Malangbong yang kini terputus akibat banjir luapan Waduk Jatigede.

Kita minta kepada pusat supaya cepat dibangun dan ini tanggungjawab BBWS, ujar Gubernur Jabar Ahmad Heryawan di Gedung Sate, Selasa (16/2/2016).

Dia menilai jalan tersebut memang akan terendam, namun waktu pengisian air di Waduk Jatigede terlalu cepat. Curah hujan tinggi membuat air waduk saat ini sudah penuh meski awalnya dari perkiraan sebelumnya baru bakal penuh pada April mendatang.

Airnya kecepetan karena curah hujan cukup tinggi, ucapnya.

Untuk mengatasi masalah ini, pihaknya akan melakukan rapat dengan Satuan Manunggal Satu Atap (Samsat) Waduk Jatigede. Rapat ini juga akan membahas perihal pembayaran uang pengganti lahan dan uang santunan kepada sekitar 600 keluarga.

Saat ini, Pemprov tengah menyusun surat Keputusan Gubernur untuk diajukan kepada pemerintah pusat melalui Kementerian Keuangan.

Pihaknya tengah menginvetarisasi data warga yang hanya berhak mendapat uang penggantian lahan senilai Rp122 juta atau disertai dengan uang santunan sebesar Rp29,3 juta atau hanya santunannya saja.

Pasti dibayarkan kepada yang berhak, jangan sampai ada masyarakat yang dirugikan, bebernya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Jawa Barat Dedi Taufik mengatakan, terjadi pengalihan sekitar 12 trayek bus antar kota dalam provinsi (AKDP). Kendaraan umum diarahkan ke Parakanmuncang dengan rute Kota Tasikmalaya-Malangbong-Limbangan-Nagreg-Cicalengka-Parakanmuncang-Terminal Ciakar Sumedang-Subang-Karawang (PP).

Sedangkan dari arah timur (Majalengka) menggunakan rute Kota Bekasi-Majalengka dan terputus kemudian dimulai kembali dari Kecamatan Daramaraja. Sedangkan bus kecil akan melalui jalan alternatif karena ini berdasarkan kesepakatan di setiap daerah.

Dia mengakui pengalihan arus ini akan memberatkan pelaku jasa transportasi karena jarak tempuh yang harus dilalui menjadi semakin jauh. Ini berpotensi menaikkan tarif angkutan.

Melihat kondisi tersebut, pihaknya mengimbau kepada para pelaku agar bersikap bijaksana karena kondisi ini terjadi di luar perkiraan semua pihak.

Kita akan bicarakan dengan penyedia jasa angkutan. Kemungkinan akan ada perubahan tarif, tapi bakal kita batasi, pungkasnya

Sumber : http://www.inilahkoran.com/