Pemprov Jabar Anggarkan Rp600 Miliar Bangun Gedung Kesenian Internasional

by -138 views
Pemprov Jabar Anggarkan Rp600 Miliar Bangun Gedung Kesenian InternasionalLima dari 110 peserta yang lolos penilaian tahap satu akan segera dilakukan penilaian tahap terakhir untuk menentukan ‎pemenang dari Sayembara Proyek Arsitektur ‘West Java Art and Cultural Center Gedung Pusat seni dan Budaya Jawa Barat‎’.
Setelah dipilih pemenang sayembara, Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan segera membangun Gedung Pusat Kesenian dan Kebudayaan Jawa Barat pada 2018 mendatang. Lokasi bangunan sendiri akan dibangun di Jalan Cikutra, Kota Bandung yang dianggap strategis.
Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar mengatakan, pihaknya menganggarkan Rp600 miliar untuk pembangunan gedung yang berdiri di atas lahan seluas empat hektare ini.
Dalam proses sayembara ini, Pemerintah Provinsi Jawa Barat menggandeng The Indonesian Institute of Architects (IAI) Jawa Barat untuk menyaring ide dan gagasan desain Pusat Seni dan Budaya Jawa Barat – West Java Art and Cultural Centre (WJACC) yang berkualitas baik dan berstandar internasional melalui sayembara.
“Provinsi Jawa Barat memiliki potensi kekayaan seni budaya yang unik dan beragam sebagai hasil dari kreatifitas masyarakatnya baik yang bersifat tradisional maupun kontemporer,” imbuhnya kepada wartawan, di Gedung Sate, Jumat (12/5/2017).
Lokasi Pusat Seni dan Budaya Jawa Barat – West Java Art and Cultural Centre (WJACC) yang disayembarakan adalah lokasi BPPTKP Bandung, Jl. Pahlawan No.70, Neglasari, Cibeunying Kaler, Bandung.
Hadiah yang akan diberikan kepada Juara 1 sebesar Rp. 300 juta, Juara 2 Rp 100 juta, Juara 3 Rp. 75 juta, danJuara Harapan Rp. 30 juta Rupiah.
“Di Jabar ruang teater memang kurang, untuk itu perlu dibangun, ‎di Jabar belum ada gedung kesenian yang refresentatif, untuk itu kita akan bangun pusat kesenian,” ungkap.
Ketua Penyelenggara Rahadhian P. Herwindo, IAI menjelaskan sayembara ini diikuti 110 peserta pendaftar sedangkan Peserta Pendaftar yang memasukkan berkas dokumen fisik sejumlah 68 Peserta dan dokumen yang layak dipajang untuk dinilai sejumlah 67 berkas dari 68 Peserta.
Sementara itu, dewan juri yang terlibat melibatkan dari para pakar dan seniman seperti Budi A Sukada, Gunawan Tjahjono, Baskoro Tedjo, Tisna Sanjaya.
Tim Panitia mengsyaratkan beberapa kriteria umum dalam penilaian: Pertama, bangunan bukan merupakan tiruan dari bangunan yang telah ada, dan dapat merepresentasikan ikon Jawa Barat yang inovatif. Kedua, bangunan harus memenuhi persyaratan kehandalan bangunan termasuk keamanan, keselamatan dan kenyamanan, termasuk penyediaan fasilitas aksesibilitas, khususnya difabel.
Terakhir, bangunan dirancang dengan memperhatikan green building serta mengikuti peraturan-peraturan bangunan, khususnya yang berlaku di kota Bandung, diantaranya seperti Perda No. 5 Tahun 2010 tentang Bangunan Gedung, Perwal No. 1023 Tahun 2016 tentang Bangunan Gedung Hijau dan lain-lain