Pemprov Jabar Cicil Biaya Pilgub

by -21 views

Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan menyicil kebutuhan biaya untuk Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur (Pilgub) Jabar 2018. Mengingat tahun ini kebutuhan biaya Pemprov sangat tinggi lantaran menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX 2016.

“Nyicil, jangan sekaligus 2018,” tutur Wakil Gubernur Jabar Deddy Mizwar kepada wartawan seusai menghadiri rapat paripurna DPRD Jabar mengenai pembentukan panitia khusus (Pansus) tentang Rancangan Peraturan Daerah Dana Cadangan APBD Pemprov Jabar untuk Pilgub 2018 di Gedung DPRD Jabar, Kota Bandung, Senin (15/8/2016).

Dia mengakui, kemmapuan anggaran Pemprov jabar cukup terbatas. Sehingga alokasi untuk Pilgub Jabar dicicil di APBD 2017 dan 2018.

Deddy menambahkan, pelaksanaan Pilgub Jabar 2018 akan digabungkan dengan pemilihan bupati/wali kota (pilbup/pilwalkot) di 16 daerah. Dia meminta setiap kabupaten/kota yang menggelar pilbup/pilwalkot berpartisipasi dengan turut membiayai kebutuhan pilgub.

“Mau enggak mau, masa enggak ada pilkada. Besarannya seperti apa, kontribusi bagaimana, nanti akan dibahas,” pungkasnya.

Sementara itu, DPRD Jabar membentuk pansus untuk membahas teknis pembiayaan Pilgub Jabar 2018. Pansus tersebut dibentuk karena Pemprov akan kesulitan jika memenuhi kebutuhan biaya pilgub dalam satu waktu.

“Adanya dana cadangan agar bisa dicicil. Jadi tidak sekaligus,” tutur Ketua DPRD Jabar Ineu Purwadewi.

Untuk memenuhi anggaran pilkada serentak, tutur Ineu, Pemprov membutuhkan partisipasi pemerintah pusat dan kabupaten/kota yang menggelar pilgub/pilwalkot. Menurut Ineu, berdasarkan penghitungan terakhir, anggaran yang dibutuhkan mencapai Rp1,9 triliun.

“Tidak mungkin kita penuhi sendiri. Makanya ini harus didukung. Berapa support pemerintah pusat, berapa support daerah,” tuturnya.

Dia menambahkan, terdapat aturan yang mengharuskan pemerintah pusat dan kabupaten/kota yang menggelar pilbup/pilwalkot berpartisipasi dalam membiayai pilgub.

“Dalam aturan itu harus ada, apalagi 16 kabupaten/kota yang akan menggelar pilkada. Tidak mungkin enggak menyiapkan,” katanya.