Pemprov Jabar Pastikan H-7 Jalur Mudik Siap Dilalui

by -45 views

Pemprov Jabar Pastikan H-7 Jalur Mudik Siap DilaluiPemerintah Provinsi Jawa Barat mengklaim jalur mudik di Jabar siap dilalui pada H-7 lebaran. Saat ini Pemprov Jabar telah melakukan pembenahan dan persiapan secara intensif mengingat wilayah Jabar merupakan tujuan serta lintasan mudik. 

Kepala Dinas Bina Marga dan Tata Ruang Jawa Barat M Guntoro menuturkan, secara bertahap pihaknya sudah menggelontorkan biaya pemeliharaan jalan di Jabar. Pemeliharaan ini termasuk jalan yang biasa dilalui pemudik. Untuk jalur mudik, pihaknya memiliki kewenangan memelihara jalan sepanjang 40 km yang tersebar di wilayah utara, selatan, barat, dan timur Jabar. 

”Yang pasti jalur-jalur kita siap. Ya, terutama utara selatan seperti dari Bekasi ke Cirebon siap, Bogor, Puncak, Cianjur, Bandung, Garut, dan Tasik. Itu totalnya 40 km dipelihara seluruh Jabar sudah berjalan. Yang bolong-bolongnya kami perbaiki termasuk jalur yang pernah tertimbun longsor,” kata Guntoro ditemui di Car Free Day Dago, Kota Bandung, Minggu, 21 Mei 2017.

Menurut Guntoro, pihaknya sudah mengecek jalur-jalur yang pernah tertimbun longsor seperti di daerah Pangalengan, Kabupaten Bandung serta di daerah Cirebon. Adapun dana yang dikucurkan untuk pemeliharaan yaitu Rp 35 juta/km/tahunnya. ”Pemeliharaan jalan merupakan kewajiban kami dan ini kami lakukan hingga Desember nanti,” tuturnya.

Rambu-rambu lalu lintas

Kepala Dinas Perhubungan Jabar Dedi Taufik menuturkan, berkoordinasi dengan Bina Marga, pihaknya berkewajiban memasang rambu-rambu lalu lintas di jalur yang akan dilewati pemudik di Jabar.

”Kemarin sudah melakukan survei di jalur alternatif mulai dari Gedebage, Sapan, Majalaya, Cijapati, Nagrek, Cicalengka, Parakan Muncang, Cikalong, Rancakalong, Cibatu, hingga tembus ke Jalan Cagak. Hal tersebut ada kaitannya juga dalam rangka me­masang rambu-rambu,” katanya.

Diakui Dedi, pihaknya memastikan kesiapan menyambut mudik terkait dengan kesiapan rambu-rambu lalu lintas yang bisa selesai dan digunakan pada H-14. Semua rambu-rambu sudah terpasang pada waktu yang ditentukan tersebut. Diperkirakan, di waktu tersebut ada sebagian pemudik yang sudah bergerak.

”Selain itu, untuk RPPJ (rambu pendahulu petunjuk jurusan) portabel akan dipasang. Antisipasi rekayasa lalu lintas di Majalaya, kami koordinasi dengan polsek setempat me­masang traffic counting dan barrier. Itu sudah berjalan,” ucapnya.

Ganjil dan genap

Di sisi lain, kata Dedi, pihaknya pun masih menunggu keputusan pemerintah pusat terkait dengan pemberlakuan kendaraan bernomor polisi ganjil dan genap pada musim mudik nanti. Pemerintahan pusat saat ini tengah membahasanya. Jika jadi diberlakukan, bakal ada waktu yang khusus untuk kendaraan ber­nomor ganjil dan genap secara berbeda. 

”Kami juga akan mengajukan pelarangan kendaraan barang pada H-7 hingga H+7 meskipun pemerintah (pusat) mengajukan H-4 hingga H+4 untuk barang kecuali sembako, migas, bbm, susu, dan ternak. H-7 dan H+7 itu sudah kami evaluasi,” katanya.

Diakui Dedi, secara berkala pihaknya memeriksa kelaikan kendaraan penumpang umum. Pasalnya, terdapat 5.200 armada bus angkutan mudik yang akan melintas di jalur darat. Untuk jalur air pun dilakukan pengecekan, termasuk jalur udara. Rencananya akan dilakukan tes urine para pilot dan kru pesawat di Bandara Husein Sastranegara

Sumber : http://www.pikiran-rakyat.com/