Pemprov Jabar Perlu Tambah Ruang Inap di RSUD

by -14 views

 

 

 

Pemerintah Provinsi Jawa Barat dinilai perlu menambah ruang inap di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD). Hal tersebut dinilai penting lantaran rumah sakit di daerah masih minim ruang inap bagi pasien.

Ketua Komisi V DPRD Jabar, Samsul Bachri menilai, penambahan ruang inap di RSUD harus dilakukan secepat mungkin. Berdasarkan pantauannya, banyak masyarakat yang mengeluh dan kesulitan untuk mendapatkan pelayanan kamar inap.

“Kami prihatin dengan masih banyaknya pasien di rumah sakit yang tidak terlayani dengan baik. Bahkan mereka kesulitan untuk mendapatkan kamar inap,” ucap Samsul di Gedung DPRD Jabar, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, .

Dia mengaku sudah melakukan pemantauan di beberapa rumah sakit rujukan. Pihaknya melakukan audensi dengan masyarakat di daerah. Masyarakat banyak yang kesulitan untuk mengakses kamar inap.

“Kita mendesak Pemprov Jabar segera menambah kamar inap untuk pasien,” ucapnya.

Samsul juga menuturkan, jika pemerintah melakukan penambahan ruang inap, masyarakat pun bisa terlayani dengan baik. Dia berharap pemerintah memberi tambahan sekitar 500 kamar inap di setiap rumah sakit rujukan.

“Di rumah sakit banyak yang tidak mendapat kamar, bahkan mereka ditempatkan di lorong. Ini perlu perhatian, pemerintah harus menanggulangi, jangan sampai ada pasien yang ditempatkan di lorong,” katanya.

Menurutnya, masalah kesehatan merupakan masalah yang harus ditanggulangi dengan cepat. Apalagi pemerintah pusat meminta 10 persen APBD untuk kesehatan.

Dia mencontohkan, Amanda Syariah (7), warga Patrol Indramayu yang sudah 4 tahun menderita tumor, sebelum dirawat di RSHS kesulitan mendapat pelayanan kesehatan.

“Tentunya itu harus menjadi perhatian kita semua, semua orang berhak mendapatkan pelayanan kesehatan yang baik,” katanya.

Di Jabar ada sekitar 8 rumah sakit rujukan. Di antaranya RSHS, RS Al Ihsan, RS Gunung Jati Cirebon, RS Samsudin Sukabumi, dan RS Slamet Garut. Sayangnya rumah sakit rujukan tersebut masih banyak mengalami keterbatasan.

“Selain penambahan jumlah kamar inap, pemerintah pun perlu meningkatkan sarana dan teknologi di rumah sakit rujukan. Alat-alat kesehatan pun perlu ditingkatkan juga,” paparnya.

Tidak hanya itu saja, Samsul menambahkan, pemerintah pun perlu menambah jumlah rumah sakit di daerah karena dinilai masih kurang. Bahkan dalam satu kabupaten/kota, saat ini paling banyak hanya ada satu atau dua rumah sakit saja.

“Minimal di kabupaten/kota itu ada dua rumah sakit besar dan memiliki sarana yang canggih. Sehingga masyarakat bisa mendapatkan pelayanan kesehatan yang baik di daerahnya,” tutupnya.