Pemprov Jabar Siaga Dampak Kenaikan BBM

by -14 views

Jatinangorku.com – Pemerintah melakukan sejumlah persiapan mengantisipasi dampak kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi.

Isu kenaikan harga BBM yang diperkirakan akan terjadi pada November ini telah mendorong kenaikan harga beberapa komoditas.

Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan mengatakan, pihaknya bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) terus melakukan rapat internal untuk mengantisipasi gejolak yang timbul akibat kenaikan harga BBM bersubsidi.

“Kami sebenarnya telah punya strategi tapi masih menunggu perintah dari pusat supaya sinergis,” ujar Heryawan kepada wartawan seusai Rapat Koordinasi Bank Indonesia dengan pemerintah pusat dan pemerintah daerah di Kantor Perwakilan BI Wilayah VI (Jabar & Banten), Selasa (11/11/2014).

Dia mengakui telah terjadi kenaikan harga pada sejumlah barang kebutuhan pokok. Namun, tidak semua kenaikan harga barang tersebut terjadi akibat isu kenaikan harga BBM bersubsidi.

Menurutnya, kenaikan harga barang bisa disebabkan distribusi yang tersendat. Untuk itu, pihaknya berupaya agar arus penyaluran barang dapat berjalan dengan lancar.

Sementara itu, Gubernur BI Agus Martowardodjo menuturkan, pihaknya siaga penuh menjelang kenaikan harga BBM bersubsidi. Tetapi, pengaruh kenaikan harga BBM terhadap inflasi diperkirakan tidak akan berlangsung terlalu lama.

“Tekanan terhadap inflasi diprediksi hanya akan berlangsung selama tiga bulan,” ucapnya.

Untuk mengantisipasi tekanan inflasi yang terlalu tinggi, pihaknya bekerja sama dan berkoordinasi dengan pemerintah melalui Menteri Koordinator Perekonomian, Menteri Keuangan dan lain-lain.

“Tekanan inflasi volatile food di berbagai daerah relatif meningkat. Namun ini akibat kondisi kekeringan yang semakin meningkat akibat kemarau berkepanjangan,” katanya.

Di tempat yang sama, Deputi Gubernur Senior BI Mirza Adityaswara menambahkan, dampak dari kenaikan BBM terhadap tekanan inflasi diperkirakan sekitar 1,2%-1,5% per kenaikan Rp1000/liter.

“Diperkirakan angka inflasi bertambah harus benar-benar diantisipasi. Meskipun perkiraan pengaruhnya hanya berlangsung tiga bulan,” bebernya.

Hal senada diungkapkan Deputi Gubernur BI Perry Warjiyo membeberkan pihaknya sudah meminta TPID untuk melakukan rapat membahas persiapan dan antisipasi dampak kenaikan harga BBM.

Dia memperkirakan dampak dari kenaikan harga BBM bersubsidi pada tahun ini bisa lebih terkendali dengan catatan kenaikan tarif angkutan dalam kota rata-rata kurang dari 30%.

“Kita juga harus bisa memastikan distribusi pangan bisa terjaga. Selain itu, e-payment juga perlu terus dioptimalkan. Agar tidak hanya mitigasi inflasi, cash transfer juga bisa mitigasi,” pungkasnya

Sumber : http://www.inilahkoran.com/