PEMT, Bermula dari Ide Menyampaikan Keteladanan Rasulullah tanpa Menggurui

by -112 views

jatinangorku.com – Kesuksesan pagelaran Parenting Entertraining Muhammad Teladanku (PEMT) pada tahun 2013 lalu, tidak lepas dari kerinduan yang muncul pada diri setiap keluarga muslim untuk bertemu dengan Rasulullah dan meneladani kepribadian beliau.

PEMT, Bermula dari Ide Menyampaikan Keteladanan Rasulullah Tanpa Menggurui
PEMT, Bermula dari Ide Menyampaikan Keteladanan Rasulullah Tanpa Menggurui
“Ada jarak yang putus antara kita dan Rasulullah. Kita tidak pernah bertemu beliau. Parenting Entertaining ini adalah jembatan yang menghubungkannya,” ujar Benny Triandi, Managing Director Sygma Daya Insani, sebagai penyelenggara PEMT, dalam talkshow “Dibalik Layar Kesuksesan Parenting Entertraining Muhammad Teladanku 2013”, yang berlangsung di Bandung Islamic Book Fair 2014, Landmark Convention Hall, Jalan Braga 129, Bandung, Ahad (4/5).

Benny menjelaskan, PEMT diilhami dari ide untuk menyampaikan suri tauladan Rasulullah dalam tanpa kesan menggurui sehingga dipilihlah bentuk pagelaran. “Ide ini juga sinergis dengan ide Bunda Neno Warisman, yang dua tahun sebelumnya, pada pembentukan Sygma Parenting Community, mencetuskan terwujudnya sejuta keluarga pecinta Rasulullah,” tambah Benny.

Talkshow PEMT 3

Tahun 2013 lalu, PT Sygma Daya Insani (SDI), menyelenggarakan suatu pagelaran yang diberi nama “Parenting Entertraining Muhammad Teladanku” atau PEMT, yang dikreasikan oleh Kuping Creative Solutions. Berawal di dua kota, yaitu Jakarta (15 Juli) dan Bandung (21 Juli), PEMT yang diselenggarakan di bulan suci Ramadhan, mendapat sambutan luar biasa dari keluarga muslim di dua kota tersebut. Berikutnya, SDI menyelenggarakan PEMT di luar Ramadhan, yaitu di bulan November-Desember dengan penambahan dua kota, Surabaya dan Yogyakarta.

Dengan konsep pagelaran, maka Parenting Entertraining Muhammad Teladanku disampaikan melalui gabungan dari gerak, musik dan lagu, monolog serta multimedia. Audience juga dilibatkan untuk diajak berinteraksi dan digugah kesadarannya tentang sosok Rasulullah saw, sebagai suri tauladan yang sempurna dalam berbagai sisi kehidupan manusia.

Sementara itu Kang Harry BPM, sebagai salah satu konseptor PEMT mengatakan, bahwa PEMT bagi Kuping adalah suatu persembahan yang ingin memberikan yang terbaik suatu bentuk kecintaan luar biasa kepada Rasulullah.

“Untuk itu, kami harus membuat sesuatu yang beda, yang terkonsep dan bermakna. Kalau bisa lebih, apalagi kontennya adalah tentang Rasulullah yang sudah luar biasa,” tutur Kang Harry, tentang PEMT.

Talkshow-PEMT-3

Sebagai talent, Kang Harry mengakui adanya atmosfer yang berbeda dalam setiap pagelaran PEMT. “Energinya sangat luar biasa, selalu berbeda di setiap kali penyelenggaraan, meskipun cerita dan lagu yang dibawakan sama. Audience ikut mempengaruhi adanya energi tersebut,” kata Kang Harry.

Hadir pula Ustadz Darlis Fajar, yang memberikan testimoninya mengenai buku Muhammad Teladanku yang menjadi sumber dari Parenting Entertraining Muhammad Teladanku. Menurut Ustadz Darlis, tak ada satupun tokoh di dunia yang kisah hidupnya disampaikan secara detail selain kisah Rasulullah Saw,

“Dari mulai bangun tidur sampai urusan buang hajat, semuanya terdokumentasikan. Makanya aneh, ketika orang yang beriman tapi contoh teladannya bukan Rasulullah. Karena itu, Parenting Entertraining menjadi terobosan luar biasa, untuk mengenalkan Rasulullah kepada masyarakat bahwa beliau adalah teladan. Apalagi dikemas secara audio visual, sesuai dengan karakter masyarakat Indonesia, yang ga bisa disentuh hanya dengan buku,” ujar Ustadz Darlis.

Dalam kesempatan tersebut, dilaunching Family Entertraining Muhammad Teladanku sebagai pengganti dari Parenting Entertraining Muhammad Teladanku. Diawali dengan pemutaran video cuplikan acara PEMT 2013 yang dilengkapi dengan testimoni dari audience.

Perubahan tersebut, menurut Benny, mencakup konsep dan isi kisahnya. “Perubahan ini merupakan bagian dari upaya SDI untuk menyajikan perbaikan dari penyelenggaraan tahun lalu. Sasaran dari acara ini, sekarang tidak hanya orang tua, juga anak-anaknya, sehingga diharapkan pada saat acaranya, yang hadir adalah orang tua dan anak-anaknya, agar ikut nilai keteladannya dirasakan langsung oleh anak-anak,” jelas Benny.

FEMT diselenggarakan di empat kota, yaitu Lampung, Surabaya, Jakarta dan Bandung. Dalam acara yang dipandu Wildan dari MQ FM tersebut, disajikan beberapa lagu dalam pagelaran PEMT, yang dibawakan oleh Cahya Ruwanda dan Kang Harry BPM. Hadir pula para blogger dan jurnalis.

Dua orang pengunjung berhasil mendapatkan tiket VIP PEMT di Bandung dan dua orang lagi membawa pulang masing-masing satu paket buku Insan Teladan Sepanjang Zaman (Insza) senilai Rp 1.850.000 dari Sygma Daya Insani, setelah berhasil menjawab dengan benar pertanyaan yang disampaikan oleh Ustadz Darlis Fajar.