Penanganan Banjir Harus Jadi Prioritas

by -62 views

Kebun Emas 486 x 60

JATINANGOR (08/01)

Permasalahan banjir yang kerap menerjang Kec. Jatinangor, Cimanggung, dan Kec. Pamulihan, Kab. Sumedang harus jadi prioritas Pemda Sumedang.

Hal tersebut diungkapkan Hj. Euis Mully Mulyati Sukarya, S.Pd., calon Wakil Bupati Sumedang kepada wartawan di Jatinangor, Minggu (6/1).

Menurut Euis, dalam menangani terjangan banjir di wilayah Sumedang barat, Pemkab Sumedang harus serius dan konsisten. Jika tidak, banjir bisa kian menjadi.

“Bukan hanya persoalan banjir, permasalahan urgen seperti pengentasan pengangguran, peningkatan layanan kesehatan, perbaikan infrastruktur, dan pendidikan murah serta berkualitas pun harus jadi prioritas,” tandasnya.

Dengan begitu dibutuhkan pimpinan daerah yang memiliki visi dan misi mengedepankan hak rakyat. “Sudah seharusnya Pemkab Sumedang mengoptimalkan permasalahan di Kab. Sumedang, termasuk di wilayah barat dan pendanaannya harus dianggarkan secara prioritas pula,” katanya.

Menurutnya, banyak upaya pengentasan permasalahan krusial di Kab. Sumedang yang bisa dilakukan, khususnya di wilayah barat. Salah satunya dengan merangkul seluruh pengusaha untuk, sekaligus mencari solusi yang tepat.

“Misalnya dengan melakukan koordinasi dengan Satuan Kerja Perangkat Dinas (SKPD) terkait, sekaligus mengajukan kepada bupati bagaimana kebijakan dalam merencanakan anggarannya. Jika masalah pendidikan, ya ke Kadisdik dan jika masalah banjir, koordinasi dengan SKPD lainnya yang terkait,” terangnya. 

Terus menerjang

Sementara itu, pantauan “GM”, banjir di sejumlah desa di Kec. Jatinangor dan Kec. Cimanggung, Kab. Sumedang hingga saat ini masih terus menerjang.

Penyebab utamanya selain dampak kondisi Sungai Cikeruh, Cikijing, dan Cimande yang dangkal dan menyempit, juga drainase yang benar-benar buruk. Selain itu, terjangan banjir di Kec. Cimanggung juga dampak kaki Gunung Geulis yang kini dipenuhi kompleks perumahan, pabrik, dan peternakan ayam.

Terjangan banjir di sejumlah desa di dua kecamatan tersebut, berdampak pula pada tererdamnya ruas Jalan Bandung-Garut. Bahkan imbasnya, wilayah Rancaekek ikut terendam banjir dan ini rutin terjadi tahun saat musim hujan.

“Memang benar, banjir yang menerjang sejumlah desa di Kec. Jatinangor dan Kec. Cimanggung hingga saat ini belum ditangani serius oleh aparat terkait. Bahkan terjangan banjir kian meluas hingga ke wilayah Rancaekek,” kata H. Mulyana (45), warga Desa Sayang, Kec. Jatinangor.

Mulyana yang rumahnya juga kerap terendam banjir ini sangat berharap aparat turun tangan. 

“Aneh mengapa aparat tetap diam. Meski banjir tergolong rutin, namun sudah seharusnya aparat tanggap dan jangan biarkan masyarakat kebanjiran saat hujan turun,”harapnya. 

Menurut Mulyana, dampak banjir di Jalan Raya Bandung-Garut tersebut selain ratusan rumah terendam, lalu lintas pun macet total akibat badan jalan terendam banjir.

 

sumber: klik-galamedia

Kebun Emas 486 x 60