Penataan Wilayah Dilakukan Seenaknya, Jatinangor Masuk Tahap Darurat

by -98 views


JATINANGOR (GM) – Kawasan Jatinangor, Kab. Sumedang bila tidak dikelola secara baik bisa menjadi kumuh. Bahkan kawasan pendidikan ini dinilai telah masuk tahap darurat dalam hal penataan wilayah karena dilakukan seenaknya.

Demikian disampaikan Menteri Pekerjaan Umum, Djoko Kirmanto kepada wartawan, usai meresmikan rumah susun sewa untuk asrama mahasiswa di kampus ITB, Jatinangor, Kab. Sumedang, Kamis (30/8).

Menurut Djoko, bila pengelolaan permukiman dilakukan dengan seenaknya, akan banyak daerah yang kumuh, khususnya di kawasan Jatinangor. Kondisi ini semakin parah bila pemerintah tidak tanggap dengan perkembangan tersebut.

Di sisi lain, Jatinangor yang merupakan daerah perbatasan antara Kab. Bandung dan Kab. Sumedang dan pusat pendidikan dari empat perguruan tinggi, kondisinya mulai mengkhawatirkan. “Terus terang saja, Jatinangor dianggap telah masuk tahap darurat untuk proses penataan wilayah,” katanya.

Pada kesempatan tersebut, Djoko menilai, kebutuhan mahasiswa yang semakin besar seringkali direspons pasar dengan tata kelola permukiman yang seenaknya. “Jangan sampai Jatinangor terlambat ditangani sehingga banyak daerah-daerah kumuh,” katanya.

Sebagaimana diketahui di kawasan Jatinangor kini berdiri empat kampus perguruan tinggi, yaitu Universitas Padjadjaran (Unpad), Institut Pendidikan Dalam Negeri (IPDN), Institut Teknologi Bandung (ITB), dan Institut Koperasi Indonesia (Ikopin).

“Keempat kampus ini berpotensi besar menciptakan permukiman yang mengarah pada kondisi semrawut. Jangan sampai kawasan pendidikan ini terganggu dengan keadaan lingkungan sekitar yang kumuh dan berantakan,” ujarnya.

Dikatakan Djoko, penataan ruang wilayah yang kurang baik, secara langsung maupun tidak akan sangat berpengaruh atas beban belajar para mahasiswa yang tinggal di kawasan tersebut.

Sementara untuk pembangunan rumah susun sewa bagi mahasiswa ITB, Kementerian PU menggelontorkan anggaran sebesar Rp 24 miliar. Dana itu disiapkan untuk dua dari empat blok gedung yang akan dibangun pemerintah.

sumber : klik-galamedia