Penembakan Polisi, Pelaku Diduga Orang yang Sama

by -23 views

Penembakan Polisi, Pelaku Diduga Orang yang Sama

Jatinangorku.com – Mabes Polri yakin ada kesamaan pelaku penembakan Aipda Aumerta Sukardi di jalur lambat, depan Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jln. H.R. Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (10/9) malam dengan pelaku penembakan anggota polisi di Pondok Aren, Ciputat, beberapa waktu lalu. Demikian disampaikan Kadiv Humas Polri, Irjen Ronny F. Sompie di Mabes Polri, Jln. Trunojoyo Jakarta, Rabu (11/9).

Bripka Sukardi yang pangkatnya dinaikkan menjadi Aipda Anumerta telah dimakamkan di TPU Kemiri, Jln. Sunan Giri, Rawamangun, Jakarta Timur, Rabu (11/9) sekitar pukul 13.00 WIB. Aipda Sukardi meninggalkan seorang istri dan tiga orang anak.

Ronny mengatakan, gambaran wajah dua pelaku penembakan di Ciputat sudah dipublikasikan oleh Mabes Polri. “Dua orang tersangka yang menjadi pencarian Polri yang sudah diekspos, merekalah pelaku penembakan,” katanya. 

Menurut Ronny, pelaku penembakan ini tidak hanya dua orang, mereka seolah membentuk sindikat. Namun Ronny tidak menjelaskan lebih lanjut, apakah mereka sebagai kelompok atau jaringan terorisme.

“Mereka adalah sebuah sindikat. Kelompok inilah yang menyembunyikan kedua tersangka tersebut. Ya sindikat pelaku penembakan terhadap Polri,” ujar Rony menjawab pertanyaan wartawan soal sindikat yang dimaksudkannya itu.

Sementara itu, Wakapolri Komjen Oegroseno di tempat kejadian perkara (TKP), Jln. H.R. Rasuna Said, Rabu (11/9) mengatakan, polisi telah mengidentifikasi peluru yang menewaskan Aipda Sukardi, anggota Provos Direktorat Polisi Air (Dit Polair) Mabes Polri. Jenis dan kalibernya ternyata sama dengan yang digunakan pelaku penembakan polisi di Pondok Aren, Tangerang Selatan, beberapa waktu lalu.

“Peluru dan kalibernya sama dengan di Pondok Aren,” ujarnya. 

Menurutnya, dari olah TKP ditemukan tiga selongsong (proyektil) peluru kaliber 9 mm. Namun, Oegro belum bisa memastikan jika jenis pistol yang digunakan adalah revolver. 

Soal pelaku penembakan, Oegro juga belum bisa memastikan, apakah sama dengan kasus di Pondok Aren atau bukan. “Saya belum bisa pastikan pelakunya sama atau tidak,” tegasnya.

Hanya saja, Oegro mengatakan, motif yang digunakan pelaku penembakan hampir sama, yakni membuntuti korban terlebih dulu. Saat kejadian, Sukardi sedang mengawal enam truk tronton bermuatan elevator part. Sukardi mengawal sejak dari Tanjung Priok, Jakarta Utara menuju Tower Setia Budi di kawasan Rasuna Said, Jakarta Selatan. 

Pelaku berjumlah tiga orang, seorang menjadi pengawas, sedangkan dua lainnya berboncengan. Satu menjadi eksekutor dan satu lainnya mengendarai motor. Pelaku diduga melepaskan tiga tembakan, sesuai tiga selongsong peluru yang ditemukan di sekitar jenazah Sukardi. Pelaku juga diduga mengambil pistol yang tersimpan di pinggang Sukardi karena pistol itu tidak ditemukan di posisinya. 

Pada tubuh pria asal Tulungagung, Jawa Timur ini terdapat tiga titik luka tembak, di bagian perut sebelah kiri, dada bagian tengah, dan bahu sebelah kiri. Dua peluru yang menyasar perut dan dada diduga menembus bagian tubuh korban. Sementara satu tembakan yang mengarah ke bagian pundak, diduga meleset dari sasaran pelaku. 

SBY mengecam 

Penembakan yang kembali terjadi pada anggota polisi, sangat disesalkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Presiden mengecam insiden penembakan tersebut dan berharap pelaku dapat segera ditangkap. 

“Pemerintah juga menyesalkan hal itu, turut berduka pada keluarga korban. Diharapkan polisi tindaklanjuti, mengejar dan membongkar motif apa yang muncul dalam insiden tersebut,” kata Jubir Presiden, Julian Pasha di Gedung Bina Graha, Jln. Veteran Jakarta, Rabu (11/9).

Presiden, kata Julian, sudah menginstruksikan kepada Kapolri Jenderal Timur Pradopo untuk mengusut kasus tersebut. Dia mengatakan, polisi juga tetap bertugas menjaga keamanan dan ketertiban. Menurutnya, saat ini kepolisian dan pemerintah dan Badan Intelijen Negara (BIN) sudah melakukan koordinasi.

Harus waspada

Pascapenembakan yang menewaskan Bripka Sukardi, Kapolda Jabar Irjen Pol. Suhardi Alius kembali menginstruksikan dan mewanti-wanti jajarannya untuk selalu waspada dalam setiap tugas.

“Jangan sampai lengah. Anggota harus waspada terhadap segala kemungkinan yang terjadi. Ini memang konsekuensi kita sebagai aparat,” kata Suhardi kepada wartawan di Mapolda Jabar, Jln. Soekarno-Hatta, Rabu (11/9).

Suhardi menambahkan, sebenarnya kewaspadaan dan kesiagaan itu sudah diinstruksikan sejak lama. Bahkan setelah kasus penembakan terhadap anggota Polri marak terjadi. Dengan adanya kejadian terbaru, ia berharap seluruh anggota Polri yang bertugas di Jawa Barat tidak lengah.

“Justru sekarang harus lebih waspada. Sebelumnya saya pun sudah instruksikan anggota untuk siaga dan waspada,” paparnya.

Dikatakan Suhardi, kewaspadaan saat ini tidak hanya berkaitan dengan tugas polisi melindungi masyarakat. Tetapi juga berkaitan dengan diri sendiri.

Sumber : http://klik-galamedia.com/