Pengawasan Hewan Kurban Ditingkatkan

by -12 views

Jatinangorku.com – Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakan) Kab. Sumedang terus meningkatkan pengawasan hewan kurban, seperti sapi, domba, dan kambing yang akan dijual kepada masyarakat. Sebab harga jual hewan kurban yang tinggi, dapat memicu aksi nakal penjual ternak, termasuk menjual hewan kurban sakit.

Kepala Disnakan Kab. Sumedang, Ir. H. Amim, M.Si. kepada “GM”, Minggu (28/9), melalui telepon seluler mengatakan, pengawasan terhadap hewan kurban bertujuan untuk memberikan jaminan kepada masayarakat. Sehingga hewan dalam kondisi sehat dan layak konsumsi.

“Setiap hari, petugas kesehatan hewan kita sebar ke lokasi penjualan hewan kurban. Jika dari hasil pemeriksaan ditemukan hewan yang sakit, maka akan kita rekomendasikan kepada pemiliknya agar tidak dijual,” katanya.

Untuk proses pemeriksaan hewan kurban itu tidak dipungut biaya. Selain pedagang hewan, masyarakat yang hendak berkurban juga bisa meminta bantuan petugas kesehatan hewan sebelum dilakukan penyembelihan. “Buat masyarakat untuk menambah nilai keafdalan dalam melaksanakan kurban,” terangnya.

Pihaknya juga terus meningkatkan pengawasan lalu lintas ternak yang akan dijadikan hewan kurban kiriman dari luar daerah. Kebijakan itu, dilakukan untuk mengantisipasi hewan sakit yang masuk ke wilayah Sumedang.

Setiap lokasi yang sering dijadikan tempat transaksi khusus di pasar hewan, akan diawasi petugas kesehatan hewan. Apalagi jika mengacu pada pengalaman yang sudah-sudah, momen Iduladha kerap dijadikan kesempatan untuk menjual hewan yang sakit atau tidak layak konsumsi.

“Kami akan berusa berupaya agar semua hewan kurban yang dipotong nanti benar-benar sehat dan layak konsumsi,” tegasnya.

Sumber : http://www.klik-galamedia.com/