Pengendara Motor Nekat Melawan Arus

by -15 views

Pengendara Motor Nekat Melawan Arus

Jatinangorku.com – Sepeda motor melawan arus di Jalan Raya Bandung-Garut antara Cipacing-Rancaekek-Parakanmuncang kian hari kian marak. Puluhan sepeda motor dengan tenangnya ngabring melawan arus, baik dari arah Cipacing menuju Rancaekek dan Parakanmunag ataupun sebaliknya.

Berdasarkan pemantauan “GM”, Rabu (25/9), para pengemudi sepeda motor yang nekat melawan arus tersebut benar-benar sudah tak lagi menghiraukan dampaknya. Selain rawan kecelakaan lalu lintas (laka lantas), ulah mereka juga jadi pemicu kemacetan. Sepada motor yang melawan arus paling marak terlihat di jalur antara Rancekek-Parakanmuncang dan sebaliknya.

Selain buruh pabrik dan tukang ojek, mereka merupakan para penduduk di kompleks-kompleks perumahan dan perkampungan. Di antara mereka juga ada yang tidak mengenakan helm. Aksi para pengendara sepeda motor itu sudah lama berlangsung. Hal itu dilakukan untuk memperpendek jarak tempuh karena bila melalui putaran jalan yang telah disediakan jaraknya terlalu jauh.

Aksi membahayakan pengendara sepeda motor paling parah terjadi di kawasan Dangdeur Kec. Rancaekek, Kab. Bandung dan kawasan Parakanmuncang, Kec. Cimanggung, Kab. Bandung. Pemandangan tersebut terlihat setiap hari, terutama pada jam-jam sibuk, misalnya saat masuk dan pulang buruh pabrik dan anak sekolah.

“Sepeda motor melawan arus sudah sangat memprihatinkan dan mengerikan. Mending hanya dua atau tiga motor, ini mah ngabring. Jelas ini rawan laka lantas dan jadi pemicu kemacetan. Lihat saja di kawasan Dangdeur Rancaekek, puluhan sepeda motor dengan tenangnya melawan arus tanpa menghiraukan dampaknya,” kata Drs. H. Suryana (46), warga Kompleks Kencana Rancaekek kepada “GM” kemarin.

Memprihatinkan

Hal senada dikatakan Wawan Gunawan (43) warga Kp. Panyawungan, Desa Cileunyi Wetan, Kec. Cileunyi, Kab. Bandung. Menurut Wawan yang hampir tiap hari pergi ke Leles, Garut, mengantarkan barang dagangannya, sepeda motor melawan arus sudah sangat memprihatinkan. “Saya berharap aparat menertibkannya untuk mengantisipasi kecelakaan dan kemacetan. Perbuatan mereka bisa mencelakai dirinya sendiri dan pengendara lain,” kata Wawan.

Dikatakan Wawan, melihat sepeda motor melawan arus kian marak di Jalan Raya Bandung-Garut, lengkaplah sudah kesemrawutan di ruas jalan nasional tersebut. “Keur mah PKL daragang di trotoar jeung di jalan diantep, bangunan liar beuki nambahan, ditambah ngabringna motor nu ngalawan arus. Nya tangtunya jalan ge sareukseuk jeung terus macet,” ucap Wawan.

Sementara itu, Kasatlantas Polres Bandung, AKP Eko Munarianto melalui Kaur Binops Lantas Polres Bandung, Iptu Chevy mengatakan, pihaknya tidak membiarkan para pengendara motor yang melawan arus di Jalan Bandung-Garut yang masuk ke wilayah hukum Polres Bandung.

“Anggota kita seminggu tiga kali kerap melakukan imbauan dan teguran, termasuk menindak tegas. Namun pascarazia, sejumlah pengendara motor tetap nekat melawan arus dan kucing-kucingan. Hal itu terjadi karena ada beberapa faktor. Terutama karena faktor mental dan kedisiplinan pengendara motor,” terang Chevy.

Sumber : http://klik-galamedia.com