Pengurus KONI Jabar Dilaporkan ke Kejati

by -32 views

Jatinangorku.com – Komite Pemantau Korupsi Nasional (Konstan) melaporkan pengurus KONI Jabar ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jabar.

KONI dianggap melakukan korupsi dana pembangunan lapang tembak dan asrama atlet, renovasi Gedung Juang dan proyek lainnya senilai Rp 16 miliar.

Laporan dugaan korupsi KONI Jabar langsung dilakukan oleh Ketua Konstan Imam Hermanto. Imam langsung bertemu dengan Kajati Feri Wibisono dan menyerahkan berkas dugaan korupsi tersebut.

“Tadi saya sudah ketemu langsung Kajati (Feri). Berkasnya sudah saya serahkan,” katanya saat ditemui seusai laporan di Kejati Jabar, Jalan RE Martadinata, Senin (20/10/2014).

Dia menyebutkan, yang dilaporkannya ke Kejati terkait dugaan penyimpangan yang dilakukan pengurus KONI Jabar bagian umum dalam proyek pembangunan lapang tembak dan asrama atlet.

Seharusnya, Imam menyebutkan, KONI itu tidak seharusnya memegang proyek. Karena fokus KONI itu membina atlet dan pemanfaatan gedung sarana prasarana.

“Seharusnya yang mengelola gedung itu Disorda Jabar,” katanya.

Imam pun mengungkapkan, proyek pembangunan lapang tembak dan asrama atlet itu saat ini hampir rampung dan dana yang dipakainya dari anggaran negara 2013.

Menurutnya, pekerjaan lapangan tembak ada di Cimahi dengan nilai total proyek mencapai Rp 7 miliar, sedangkan asrama atlet dan pembangunan sarana lainnya di kompleks gelanggang olah raga KONI Jalan Pajajaran Kota Bandung dengan nilai sekitar Rp 9 miliar.

Disinggung berapa total anggaran untuk proyek tersebut, Imam mengaku untuk temuan yang dilakukan Konstan baru Rp 16 miliar dan belum pasti. Karena bisa saja setelah dilakukan penyelidikan oleh jaksa Kejati ada perbedaan.

Imam juga menjelaskan, sebenarnya pada 22 September 2014, penyidik KPK sempat menggeledah Gedung KONI Jabar, hanya saja tentang kasus apa yang ditangani KPK dirinya tidak begitu mengetahui.

Imam mengaku akan konsisten untuk melakukan pemantauaanya indikasi korupsi di Jabar, termasuk di tubuh KONI. Walaupun sebenarnya, dirinya termasuk dalam Dewan Kehormatan di KONI Jabar. Namun, Imam mengaku sudah mundur dari jabatannya tersebut.

“Saya tidak bersedia karena saya melihat adanya dugaan penyimpangan ditambah kehadiran KPK ke sana beberapa waktu lalu dalam pengusutan kasus di KONI Jabar. Itu sangat bertolak belakang dengan konstan yang memerangi korupsi. Namun saya tidak tahu, apakah kasusnya (KPK) sama dengan saya laporkan atau tidak,” ujarnya

Sumber : http://www.inilahkoran.com/