Pengusaha Arab Berminat Kembangkan Properti di Jabar

by -27 views
Beberapa waktu lalu, Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jabar Agung Suryamal bertemu dengan rombongan Raja Arab Saudi Salman bin Abdulazis al-Saud di Jakarta.
Menyusul pertemuan tersebut, Agung mengaku pengusaha Arab Saudi memiliki minat untuk mengembangkan sektor properti di Jabar.
“Saat pertemuan, kita membahas mengenai properti khususnya resort wisata di Jabar,” kata Agung kepada INILAH usai peresmian gedung OJK Kantor Regional 2 Jabar, Jumat (10/3/2017).
Selain itu, para pengusaha asal Arab pun berminat untuk mengembangkan industri sumber energi minyak dan gas bumi di Tatar Priangan. Untuk itu, Agung mendorong dunia industri Jabar untuk mengoptimalkan seluruh potensi yang dimiliki.
“Tentu, ini juga harus kita sinergikan dengan baik (bersama seluruh stakeholder),” tambahnya.
Sebelumnya, Wakil Ketua Kadin Jabar Bidang UMKM dan Kemitraan Iwan Gunawan mengatakan kunjungan rombongan Raja Arab Saudi Salman bin Abdulazis al-Saud tersebut merupakan momentum tepat untuk mempromosikan dunia usaha dan produk asal Jabar.
Hubungan kebudayaan yang relatif erat tersebut sepatutnya didorong untuk menghasilkan kerjasama ekonomi yang strategis antarkedua negara.
“Peluang adanya jalinan kerjasama ekonomi ini terbuka lebar dan luar biasa. Di sana, banyak WNI yang bekerja menjadi TKI. Apalagi, setiap tahun Indonesia mencatatkan kenaikan jumlah jamaah umroh dan haji yang signifikan,” ujarnya.
Sebagai pemilik sekaligus direktur perusahaan produk kaos kaki halal, Iwan mengaku dengan adanya kunjungan ini diharapkan bisa memberikan dampak positif. Setidaknya, ini menjadi gerbang untuk produk alas kaki bersertifikat halal ini masuk ke pasar Timur Tengah.
Seperti diketahui, pada Rabu (1/3/2017) lalu terdapat sebelas nota kesepahaman yang penandatanganannya disaksikan Presiden RI Joko Widodo dan Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz al-Saud. Khusus di bidang ekonomi, kesepahaman tersebut antara lain mengenai kontribusi pendanaan Arab Saudi dengan pembiayaan proyek pembangunan antara Saudi Fund Development, kerja sama kelautan dan perikanan, serta program kerja sama perdagangan.