Pengusaha Harus Peduli, Stop Indomaret di IPDN

by -174 views


JATINANGOR

Dadang Rohmawan, anggota DPRD Kab. Sumedang yang berasal dari Daerah Pemilihan (Dapil) Kec. Jatinangor meminta agar pembangunan Indomaret di lahan kampus IPDN, Jalan Raya Jatinangor distop sementara sebelum melengkapi perizinan.

“Baik selaku wakil rakyat ataupun selaku warga asli Jatinangor, saya benar-benar prihatin melihat pembangunan Indomaret yang diduga kuat dibangun di lahan milik kampus IPDN tersebut. Pasalnya, pendirian Indomaret tersebut diduga juga tidak mengindahkan aturan,” tandas anggota Komisi D DPRD Kab. Sumedang ini.

Menurut Dadang, pihaknya tidak melarang siapa pun membuka usaha di wilayah Jatinangor. Namun semua harus memenuhi uturan. “Kita mempertanyakan kelayakan minimarket di lahan milik kampus IPDN ini, sejauh mana perizinannya,” katanya.

Sebelumnya, Rabu (21/11), massa FBJ gabungan ormas BBC, FKPPI, Garda 46, dan Komite Masyarakat Peduli Lingkungan (KMPL) Jawa Barat, termasuk Dadang, mendatangi proyek pembangunan Indomaret. Mereka menuntut pengerjaannya dihentikan karena diduga belum mengantongi izin.

Ketua LSM KMPL Jawa Barat, Apih Jaja Dipraja mengatakan, pembangunan tersebut melanggar aturan. “Kami menilai dalam pelaksanaan pembangunan waralaba itu ada pelanggaran. Bentuk pelanggarannya bisa dilihat dari pembongkaran trotoar yang merupakan fasilitas umum dan proyek dilakukan di lahan milik kampus IPDN,” katanya.

Ari D. mewakili Indomaret, sekaligus pelaksana pengerjaan pembangunan di kawasan kampus IPDN mengatakan, perizinan minimarket tersebut sedang dalam proses di Balai Besar Pekerjaan Umum Jawa Barat. “Izinnya sedang diproses. Kami pun sedang menempuh dan melengkapi persyaratan, di antaranya mengisi formulir,” katanya.

Pantauan GM pascapembangunan Indomaret di kawasan pendidikan tersebut didemo puluhan aktivis ormas dan seorang anggota dewan, pengerjaan sementara berhenti.

Meski beberapa orang terlihat di lokasi pembangunan hanya melakukan pembenahan di dalam proyek Indomaret. Sementara kondisi trotoar dan drainase di pinggir jalan tersebut terlihat rusak dibongkar untuk pembangunan minimarket tersebut.

Harus peduli

Sementara itu, H. Ayi Sulamen, Dirut Duta Family yang bergerak di bidang perumahan, ketika dimintai komentarnya mengatakan, pengusaha yang akan membuka usaha di wilayah Jatinangor harus benar-benar mengedepankan aturan. Termasuk peduli lingkungan dan warga sekitar.

“Kita para pengusaha lokal asal Parakanmuncang tak berharap jika usaha di Jatinangor dan sekitarnya memunculkan konflik atau terjadi gesekan. Pada Rabu (21/1) malam pun sudah ada pertemuan dengan sejumlah pengusaha. Turut hadir H. Usep, pejabat di bagian perizinan Pemkab Sumedang. Pertemuan digelar dengan tujuan menyamakan misi dan visi, serta bagaimana agar dengan membuka usaha di Jatinangor masyarakat ikut merasakan manfaatnya,” katanya.

Menurut Ayi, sejumlah permasalahan dibahas dalam pertemuan tersebut, termasuk dengan pengelola apartemen di Jatinangor terkait penyediaan air bersih. 

“Jika pembuatan sumur artesis di Jatinangor oleh sejumlah pengusaha, termasuk pengelola apartemen itu tidak layak, apalagi mendapat reaksi, ya kita siap mencari solusi dengan memanfaatkan sumber mata air. Kita telah melakukan MoU dan mudah-mudahan mendapat respons dari sejumlah pihak,” katanya.

sumber : klik-galamedia