Pengusaha Kuburan Divonis Tiga Tahun

by -29 views

Pengusaha Kuburan Divonis Tiga Tahun

Jatinangorku.com – Direktur Utama PT Garindo Perkasa, Sentot Susilo dan Direktur Operasional, Nana Supriatna, divonis 3 tahun penjara, denda Rp 200 juta, subsider 4 bulan penjara, potong masa tahanan. Vonis tersebut lebih ringan dibandingkan tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) yakni 4 tahun penjara. 

Keduanya terbukti memberikan uang suap senilai Rp 1,3 miliar kepada pegawai negeri sipil dan penyelenggara negara terkait penerbitan izin lokasi tempat pemakaman bukan umum (TPBU) di Desa Antajaya, Kec. Tanjungsari, Kab. Bogor, seluas 1 juta meter persegi atas nama PT Garindo Perkasa.

“Terdakwa terbukti melakukan tindak pidana korupsi bersama-sama dan berlanjut. Memutuskan, kedua terdakwa dihukum 3 tahun penjara denda Rp 200 juta subsider 4 bulan dan tetap menjalani penahanan,” ujar Sinung di ruang I Pengadilan Tipikor Bandung Jln. L.L.R.E Martadinata, Senin (16/9).

Dalam sidang, hakim kembali membeberkan awal mula kasus itu terjadi, yaitu ketika Januari 2011, Sentot Susilo merintis proyek TPBU dan mengajukan biaya Rp 40 miliar kepada Ida Nuraida (Komisaris Utama PT Garindo Perkasa). Itu termasuk dana pengurusan izin lokasi sebesar Rp 3 miliar.

Pada April 2011, Sentot menyuruh Nana Supriyatna untuk mengurus izin lokasi. Singkat cerita, dana pengurusan izin lokasi itu diterima sejumlah orang yaitu Usep Jumeno, Listo Welly Sabu, Doni Ramadhani (Kasubag Penataan Wilayah Sekretariat Daerah Kab. Bogor), Rosadi Saparudin (Kadis Kebersihan dan Pertamanan), Saptari (Kaur Humas dan Agraria KPH Bogor), Burhanuddin, dan Iyus Djuher (Ketua DPRD Kab. Bogor). 

Atas putusan itu, kedua terdakwa menyatakan pikir-pikir. Begitu juga dengan jaksa penuntut umum.

Terdakwa lain

Sebelum sidang putusan, terlebih dahulu sidang dengan agenda tuntutan atas dua terdakwa dalam kasus yang sama yakni Listo Welly Sabu dan Usep Jumeno. Usep dituntut hukuman penjara 3 tahun dan denda Rp 150 juta subsider 4 bulan penjara. Sementara Welly dituntut hukuman lebih ringan, yaitu 2 tahun penjara, denda Rp 100 juta, subsider 3 bulan kurungan.

Menurut jaksa, keduanya berperan sebagi penghubung dari pengusaha ke sejumlah pejabat di lingkungan Pemkab Bogor, dalam upaya mengurus penerbitan izin lokasi. Mereka juga ikut membagikan sejumlah uang suap dari pengusaha kepada beberapa pejabat Pemkab Bogor.

Sumber : http://klik-galamedia.com