Penyaluran Raskin di Kab. Sumedang Mulai Lancar Lagi

by -135 views


JATINANGOR SUMEDANG, (PRLM).- Penyaluran beras untuk rakyat miskin*(raskin) di Kab. Sumedang yang sempat tertunda dua bulan lamanya yakni Juni-Juli lalu, sejak beberapa hari lalu mulai lancar lagi.

Bahkan di beberapa daerah, beras Raskin jatah bulan Juni sebagian sudah ada yang diterima oleh masyarakat penerima manfaat. Contohnya, di Desa Mulyasari, Kec. Sumedang Utara.

“Alhamdulillah, jatah beras Raskin bulan Juni, semuanya sudah kita terima bahkan sudah disalurkan kepada masyarakat penerima manfaat. Beras Raskinya sudah diterima, Selasa (24/7) lalu dan langsung kami salurkan kepada RTS (Rumah Tangga Sasaran) sebanyak 490 KK (kepala keluarga). Beras Raskinnya sebanyak 7,35 ton,” kata Kepala Desa Mulyasari, Mamat Rahmat ketika dihubungi melalui telefon, Minggu (29/7).

Menurut dia, untuk jatah beras Raskin bulan Juli, sampai sekarang belum disalurkan karena pembayaran Raskin bulan Juni belum selesai semuanya. Namun, apabila pembayarannya sudah selesai, jatah Raskin bulan Juli bisa diambil.

“Jadi, kalau pembayarannya beres semuanya, jatah Raskin bulan Juli pun bisa diambil. Saya yakin tak akan lama dan tidak akan lewat sampai lebaran,” kata Mamat.

Sementara itu, Asisten Pembangunan Pemkab Sumedang, Ir. H. Dede Hermasah membenarkan bahwa beras Raskin jatah bulan Juni lalu, semuanya sudah disalurkan kepada masyarakat penerima manfaat, sejak Kamis (19/7) lalu.

Sedangkan untuk Raskin bulan Juli, hingga kini masih diusulkan kepada Bulog. “Jadi sebetulnya, Kamis (19/7) lalu pun, Raskin sudah nyalur lagi,” kata Dede.

Untuk penyalurannya, lanjut dia, harus diberikan kepada RTS yang sudah terdaftar. Jumlah RTS di Kab. Sumedang yang berhak mendapatkan beras Raskin hasil pendataan tahun 2011, mencapai 88.432 KK.

Sedangkan kuota beras Raskin selama tujuh bulan dari Juni-Desember 2012 sebanyak 9.285,36 ton. “Nah, dengan pendataan baru hasil PPLS (Program Pendataan Perlindungan Sosial) tahun 2011, jumlah RTS sebanyak itu secara umum mengalami kenaikan 6,5 persen dibandingkan data tahun 2008 lalu. Penambahan RTS-nya sebanyak 5.400 KK (kepala keluarga),” ujarnya.

Dede mengatakan, meski secara umum jumlah RTS di Kab. Sumedang bertambah, namun sebaliknya ada sembilan dari 26 kecamatan yang justru RTS-nya menurun, termasuk di Kec. Sumedang Utara. Penurunan jumlah RTS dan jatah Raskinnya pun, dialami sampai ke tingkat pedesaan.

“Apabila ada warga protes karena sekarang tidak masuk daftar penerima Raskin, silakah protesnya ke pemerintah pusat dan BPS (Badan Pusat Statistik) yang membuat datanya. Justru mereka yang sekarang tidak masuk daftar, harusnya bersyukur dan bangga sudah terlepas dari kemiskinan. Dalam penyalurannya, harus tepat sasaran kepada warga penerima manfaat. Bahkan sekarang, daftar warga penerima manfaatnya harus ditempel di kantor RT setempat, supaya transparan,” ucapnya. (A-67/A-89)***

Sumber : pikiran-rakyat