Penyodetan Sungai Cimande Dalam Proses Pembebasan Lahan

by -95 views

Jatinangorku.com – Pembebasan lahan milik warga yang terkena pembebasan proyek penyodetan/normalisasi Sungai Cimande di sejumlah desa di Kec. Rancaekek, Kab. Bandung, hingga Selasa (21/10/2014), masih dalam proses pembebasan lahan antara pemerintah dengan pemilik lahan.

Dikabarkan belum ada kesepakatan harga antara pemerintah dengan para pemilik lahan. Karena kedua pihak masih tarik ulur harga lahan yang akan dibebaskan.

“Musyawarah sudah dilaksanakan antara perwakilan pemerintah dengan pemilik lahan. Namun belum ada kesepakatan harga,” kata Camat Rancaekek Drs. Haris Taufik kepada klik-galamedia.com di Nagreg.

Haris menjelaskan, pembebasan lahan yang terkena proyek penyodetan Sungai Cimande itu meliputi Desa Bojongloa, Sukamulya, Haurpugur, dan Desa Jelegong. Dua desa lagi yang meliputi Desa Langensari dan Cibodas, Kec. Solokanjeruk.

“Belum adanya kesepakatan harga tanah antara pemerintah dengan para pemilik lahan, bisa menjadi kendala dalam pelaksanaan penyodetan Sungai Cimande,” kata Haris.

Menurutnya, jika anggaran untuk penyodetan itu tidak kunjung terealisasi pada 2015, terancam hangus dan anggaran dikembalikan lagi ke kas negara.

Dikatakannya, belum adanya kesepakatan itu, karena para pemilik lahan memiliki keinginan harga jual tanah kepada panitia atau dari tim apresial tersebut.

“Ada harga tertinggi yang diinginkan para pemilik yang belum disepakati. Mereka berharap bisa melepaskan tanahnya dengan harga jauh dari harga penawaran yang disampaikan panitia,” katanya. Menurutnya, tim apresial menawarkan harga tanah kepada masyarakat berdasarkan pada nilai jual objek pajak (NJOP). Dari mulai harga terendah sampai tertinggi.

Dijelaskannya, penawaran harga tanah dari mulai terendah hingga tertinggi itu yaitu Rp 50.000, Rp 80.000, Rp 110.000, Rp 120.000 sampai Rp 200.000 per meter. Pihak pemerintah terus melakukan evaluasi dan pendekatan kepada masyarakat. Termasuk para kepala desa dan para pemilik lahan terus melakukan negosiasi harga tanah yang terkena pembebasan.

Sumber : http://www.klik-galamedia.com/