Perajin Kurangi Ukuran

by -76 views

Perajin Kurangi Ukuran

Jatinangorku.com – Meski harga kacang kedelai naik menjadi Rp 9.100-Rp 9.300/kg, sejumlah perajin tahu dan tempe di Kec. Cicalengka, Kab. Bandung dan Kec. Tanjungsari, Senin (9/9) tetap berproduksi, meski harus mengurangi ukuran.

“Para perajin tahu dan tempe di Kec. Cicalengka masih mempertahankan produksi untuk dipasarkan di Pasar Cicalengka. Tapi ukurannya saya kecilkan,” kata perajin, sekaligus penjual tempe asal Cicalengka, Budi (40) kepada “GM”, Senin (9/9).

Menurut Budi, sebelumnya 100 perajin sekaligus pedagang tahu tempe di Kec. Cicalengka selama beberapa hari menghentikan usahanya sebagai bentuk protes terhadap tingginya harga kedelai. Harga kedelai sempat menyentuh angka Rp 9.100/ kg di wilayahnya, padahal sebelumnya Rp 7.600/kg.

Sebagai penyesuaian, ada juga para perajin tahu tempe yang menaikkan harga jual. Harga tempe menjadi Rp 800/potong dari sebelumnya Rp 700. Kemudian tahu dari semula Rp 250/buah kini menjadi Rp 300.

Kenaikan harga kedelai juga dikeluhkan perajin tahu di Kp. Gudang Sari, Desa Gudang, Kec. Tanjungsari, Kab. Sumedang. Menurut mereka harga kedelai di tingkat distributor tembus pada kisaran Rp 9.300/ kg, sedangkan di koperasi Rp 9.500.

“Akibat kenaikan harga kedelai itu, produksi tahu terpaksa dikurangi. Termasuk ada di antara perajin tahu yang menghentikan usahanya untuk sementara,” kata perajin tahu, Entis Sutisna (45), warga Kp. Gudang.

Untuk mempertahankan usahanya itu, perajin mengurangi ukuran tahu yang dipasarkan. “Ya bagaimana lagi. Harga kedelai saat ini masih tinggi,” katanya.

Ia juga khawatir harga kedelai terus mengalami kenaikan. Karena itu, sejumlah penyedia kedelai tidak berani menyiapkan stok lebih banyak. “Karena akan berimbas pada berkurangnya penyediaan bahan baku kedelai untuk produksi tahu,” katanya.

Para perajin juga memahami dampak dari melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat. Jika nilai tukar rupiah terus melemah, harga kedelai akan terus melambung. Tentunya ini akan berdampak buruk terhadap kelangsungan produksi tahu sumedang.

Sejumlah perajin berharap harga kedelai kembali normal di kisaran Rp 7.500/kg. “Supaya tetap bisa berproduksi,” harapnya

Sumber : http://klik-galamedia.com