Perbaikan Jembatan Cisomang Lambat, Tol Purbaleunyi Selalu Macet

by -67 views

Kemacetan kembali terjadi di sepanjang jalur tol Purbaleunyi dari arah Jakarta menuju Bandung. Penumpukan kendaraan terjadi di sepanjang jalur keluar menuju gerbang Tol Jatiluhur dan Sadang. Para sopir kendaraan besar mengungkapkan, sudah terjebak macet sejak Senin, 20 Februari 2017 malam hingga keesokan harinya.

Selama masa pengalihan arus ken­daraan besar ke jalur arteri Purwakarta-Padalarang, sejumlah ken­daraan besar dan berat memang dialihkan untuk keluar melalui gerbang Tol  Jatiluhur dan Sadang. 

Namun, kondisi tersebut, nyatanya jadi masalah bagi sebagian pengguna jalan. Beberapa sopir mengungkapkan, kemacetan yang kerap terjadi tiap harinya membuat pendistribusian barang terhambat dan sopir merugi karena biaya bahan bakar dan operasional yang membengkak.

Dari pantauan “PR”, antrean ken­daraan sudah terlihat sejak Kilometer 82 arah Tol Jatiluhur. Salah seorang sopir truk, Fauzan (35) menuturkan, semenjak kendaraan besar dialihkan pascarusaknya dan saat ini masa perbaikan Jembatan Cisomang di Kilometer 100+700, Tol Purbaleunyi, pemandangan kendaraan mengular panjang hingga puluhan kilometer kerap terjadi.

Terjadinya macet parah bukan hanya menghambat arus lalu lintas, tetapi berdampak pada terhambatnya proses pendistribusian barang dan logistik. Bukan hanya merugikan perusahaan, kata dia, sopir pun mengalami kerugian waktu dan tenaga selama masa pengalihan arus yang terus berlangsung hingga akhir Maret 2017 nanti. 

Fauzan menyatakan, saat jalur normal, ia dapat mengantarkan barang hingga tiga kali dalam sepekan. Namun, saat ini satu kali pengantaran barang pun memakan waktu yang sangat lama.
“Saya dari pukul sebelas malam di sini (Senin malam), dari masuk Tol Sadang sampai sekarang. Bukan pe­ngusaha saja yang rugi, kami sopir juga. Rugi waktu, belum tidur, capeklah. Belum kalau perusahaan ngeluh,” katanya, saat ditemui di gerbang Tol Sadang, Selasa, 21 Februari 2017.

Hampir tiap hari 
Tak hanya Fauzan, sopir lain, Atang (40) pun mengeluhkan hal yang sama. Atang mengatakan, biaya operasional pun ikut membengkak. Kemacetan yang terjadi bukan hanya saat me­masu­ki gerbang tol. Jalur arteri Purwakarta-Padalarang juga demikian.

“Lewat jalur lama juga begitu, pasti macet. Kadang gerak sedikit, kadang enggak gerak sama sekali. Belum lagi kalau ada truk yang mogok,” ujarnya.

Keduanya berharap ada solusi lain yang ditawarkan pihak Jasa Marga. Penumpukan kendaraan di tol dan jalur arteri hampir terjadi tiap hari. “Katanya kan sudah ada jalur darurat, kalau bisa, segera dibuka,” kata Atang.

Kepala Bimbingan Operasional (KBO) Satlantas Polres Purwakarta, Gugun Gunadi mengungkapkan, pe­ning­katan jumlah kendaraan yang melintas di jalur arteri mulai terjadi sejak masa pembatasan dan larangan kendaraan berat melintas hingga 2 Januari 2017 lalu selesai. Pun dampak dari perbaikan Jembatan Cisomang yang diperkirakan hingga Maret 2017 mendatang.

Gugun menuturkan, kemacetan yang terjadi baik di tol, jalur arteri maupun ruas jalan utama di wilayah perkotaan  Purwakarta bakal berlangsung selama masa perbaikan Jembatan Cisomang. Kondisi ini diperparah, karena laju kendaraan sepanjang jalur arteri stagnan mengingat kontur jalan berupa tanjakan, turunan, dan tikungan tajam