Perbaiki Infrastruktur Saluran Air Sungai Cisunggalah, Memasuki Kemarau Momentum Sangat Tepat

by -94 views

Perbaiki Infrastruktur Saluran Air Sungai Cisunggalah, Memasuki Kemarau Momentum Sangat Tepat

Jatinangorku.com – Musim kemarau tahun ini menjadi momentum yang tepat untuk menanggulangi kerusakan infrastruktur saluran air Sungai Cisunggalah di Desa Bojong, Kec. Majalaya hingga Desa Panyadap, Desa Padamukti dan berujung di Desa Cibodas, Kec. Solokanjeruk, Kab. Bandung. Kerusakan aliran sungai itu mencapai 3-4 km.

Kerusakan perlu mendapat perhatian dari pemerintah, khususnya Dinas Sumber Daya Air Pertambangan dan Energi (SDAPE) Kab. Bandung atau Balai Besar wilayah Sungai Citarum yang mengelola Sub-Anak Sungai Citarik tersebut. Hingga Jumat (23/8) lalu, ribuan warga yang rumahnya berada di pinggir aliran sungai tersebut was­was.

“Mengingat, memasuki musim hujan, sejumlah titik bantaran atau tanggul Sungai Cisunggalah rawan jebol. Jika air meluap bisa langsung merendam rumah-rumah warga,” kata Ketua Apdesi Kec. Solokanjeruk yang juga Kepala Desa Panyadap, Agung Pramuja kepada “GM” di Desa Panyadap, Senin (2/9).

Menurut Agung, di beberapa kawasan perkampungan yang berada di daerah aliran sungai tersebut, lokasi rumah warga lebih rendah dari struktur tanggul dan permukaan aliran su-ngai. “Pada musim hujan lalu, sempat ada beberapa tanggul yang jebol hingga luapan airnya merusak rumah warga. Banyak rumah yang tertutup endapan lumpur,” katanya.

Sejumlah warga sempat menanggulangi tanggul yang jebol dengan pemasangan karung diisi tanah dan rucuk bambu. Tetapi penanggulangan permanen memerlukan tembok penahan air.

“Untuk mengantisipasi jebolnya tanggul dan bantaran su-ngai, pemerintah diharapkan segera mengalokasikan dana,” katanya.

Bisa juga dengan mengalihkan sebagian debit sungai ke aliran sungai lainnya yang jaraknya ratusan meter. Pembagian debit aliran air bisa dilaksanakan di kawasan Desa Bojong. Jika tidak dibarengi pengalihan dan pembagian aliran air, maka tanggul-tanggul yang rawan jebol itu akan tetap menjadi ancaman.

Penampang aliran Sungai Cisungalah sudah tidak seimbang lagi dengan debit air saat turun hujan. Kondisi sungai rata-rata memiliki lebar 3 meter dan kedalaman 1,5-2 meter. Sementara daerah aliran sungai tersebut mencapai ribuan hektare. Apalagi saat ini banyak tumbuh bambu dan pohon lain yang dapat menambah sempit dan dangkal aliran sungai.

Di sepanjang sungai pun terdapat puluhan jembatan penyeberangan yang umumnya ditembok, sehingga dapat menyulitkan normalisasi. Pembenahan bisa dilakukan dengan pembangunan tembok penahan air dan pendalaman aliran sungai

Sumber : http://klik-galamedia.com