Perhutani tak Bisa Remajakan Pohon Tua di Cadas Pangeran

by -7 views

Jatinangorku.com – Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Sumedang tidak bisa melakukan peremajaan pohon tua yang rawan tumbang di sepanjang Jalan Cadas Pangeran di wilayah Kec. Pamulihan dan Sumedang Selatan.

Pasalnya, kawasan hutan di sepanjang Jalan Cadas Pangeran itu merupakan hutan lindung yang harus dijaga dan dilestarikan keberadaannya.

“Karena hutan lindung sehingga kami tidak bisa menebang pohon, sekalipun untuk tujuan peremajaan pohon tua yang rawan tumbang. Kecuali kalau ada laporan ada pohon tua yang sudah lapuk dan nyaris tumbang, baru lah dengan sangat terpaksa pohon itu ditebang. Itu pun dengan pertimbangan, jika dibiarkan bisa membahayakan keselamatan jiwa para pengendara,” kata Wakil Administratur Perum Perhutani KPH Sumedang Wilayah Sumedang Utara, Moch. Drajat dihubungi di Sumedang, Minggu (5/4/2015).

Menurut dia, kendati tidak bisa melakukan peremajaan pohon tua yang rawan tumbang, Perhutani sudah melakukan berbagai upaya untuk mencegah terjadinya longsor dan pohon tumbang di kawasan hutan lindung Cadas Pengeran.

Upaya itu, di antaranya dengan melakukan reboisasi di kawasan hutan lindung di sepanjang Jalan Cadas Pengeran atas. Selain bertujuan untuk mencegah erosi dan longsor, sekaligus menghutankan kembali lahan hutan bekas pembongkaran puluhan warung remang (warem).

“Upaya lainnya, kami sudah memasang spanduk di sepanjang Jalan Cadas Pengeran yang ada di kawasan hutan lindung. Spanduk itu, imbauan supaya para pengendara berhati-hati akan bahaya longsor dan pohon tumbang di Cadas Pangeran,” tutur Drajat.

Selain itu juga, kata dia, Perhutani bekerjasama dengan Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kab. Sumedang untuk bersama-sama menanggulangi ketika terjadi longsor dan pohon tumbang.

Perhutani menyiagakan petugas sekaligus menyiapkan chainsaw (gergaji mesin) untuk memotong dan menyingkirkan pohon tumbang yang menghalangi jalan.

Sementara Dinas Bina Marga menyiapkan alat berat untuk membersihkan tanah longsoran yang menimbun badan jalan. “Ketika terjadi longsor dan pohon tumbang di Jalan Cadas Pangeran, kami bersama Dinas Bina Marga bahu membahu melakukan penanganan di lapangan,” katanya.

Menyingung banjir “cileuncang” yang sering merendam badan Jalan Cadas Pangeran atas hingga bisa memicu terjadinya longsor dari tebing di Jalan Cadas Pengeran bawah.

Drajat mengatakan, penanganan banjir cileuncang kewenangan Dinas Bina Marga Provinsi Jabar karena lokasinya di bahu jalan dan statusnya jalan negara.

“Memang seharusnya di sepanjang Jalan Cadas Pangeran atas itu dibuatkan selokan untuk mengantisipasi banjir cileuncang. Akan tetapi, itu kewenangan Dinas Bina Marga,” ujarnya.

Sebelumnya, Kasi Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kab. Sumedang, Yedi mengatakan, kejadian longsor dan pohon tumbang di Jalan Cadas Pangeran menjadi fokus perhatian BPBD di musim hujan saat ini.

Sebab, dampaknya menganggu kelancaran arus lalu lintas kendaraan di jalur utama Jalan Raya Bandung-Cirebon atau jalur tengah Jawa Barat.

Longsor dan pohon tumbang di Jalan Cadas Pangeran, seringkali menyebabkan kemacetan kendaraan dari dua arah hingga beberapa kilometer.

“Karena Jalan Cadas Pangeran ini jalur utama dan strategis, sehingga ketika terjadi kemacetan kendaraan akibat longsor atau pun pohon tumbang, informasinya langsung tembus ke para pejabat di pusat dan provinsi. Mereka menanyakan kebenaran informasinya langsung kepada kami. Oleh karena itu, longsor dan pohon tumbang di Jalan Cadas Pangeran menjadi fokus perhatian kami yang terus diwaspadai,” katanya.

Kejadian longsor dan pohon tumbang di Jalan Cadas Pangeran, seperti terjadi pada Jumat (13/3/2015) lalu. Karena kejadian tersebut memacetkan kendaraan, sehingga BPBD langsung berkoordinasi dengan Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kab. Sumedang untuk membersihkan longsoran yang menimbun badan jalan dengan bantuan alat berat. Selain itu, berkoordinasi dengan Perhutani KPH Sumedang untuk menyingkirkan pohon tumbang yang menghalangi jalan.

“Untuk antisipasi, kami sebelumnya sudah memasang plang bahaya longsor di 6 titik dari mulai Ciherang, Kec. Sumedang Selatan sampai Simpang, Kec. Pamulihan. Plang itu supaya para pengendara selalu berhati-hati akan bahaya longsor dan pohon tumbang di Jalan Cadas Pangeran, ” tutur Yedi.

Sumber : http://www.pikiran-rakyat.com/