Persaingan Ketat Para Inohong di Pilbup Sumedang 2018

by -55 views

PILBUP Sumedang kembali diramaikan dengan banyaknya calon yang mengikuti kontestasi. Jika pada pilbup sebelumnya diikuti oleh 8 pasangan, kali ini pilkada di daerah berpenduduk 1,17 juta jiwa itu diikuti 5 pasangan calon.

Tiga dari lima pasangan tersebut diusung partai politik. Sedangkan dua pasangan maju lewat jalur perseorangan. Adapun satu pasangan lain yang juga mendaftar dari jalur independen yakni, Ecek Karyana-Tatang Sudrajat tidak lolos verifikasi. 

Kelima pasangan calon yang mengikuti Pilbup Sumedang 2018berdasarkan nomor urutnya adalah:

Berikut profil singkat dan program dari lima pasangan calon di Pilbup Sumedang 2018:

1. Dony Ahmad Munir dan Erwan Setiawan

Sebelum maju di Pilbup Sumedang 2018Dony Ahmad Munirdan Erwan Setiawan sama-sama bertugas di parlemen. Bedanya, Dony lama berkiprah di DPRD Sumedang, Jabar, hingga DPR RI. Sedangkan Erwan bertugas di DPRD Kota Bandung.

Selain di dunia politik, Dony Ahmad Munir aktif di sejumlah organisasi. Ia pernah menjadi Ketua Departemen Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama dari 1996-2003. Di bidang olah raga, Dony pernah memimpin Ikatan Sepeda Sport Indonesia (ISSI).

 

Sementara itu sosok Erwan Setiawan tak hanya dikenal publik sebagai anggota DPRD Kota Bandung, tetapi juga sebagai anak dari Manajer Persib, Umuh Muchtar. Erwan kerap hadir di berbagai kegiatan Persib baik di dalam maupun luar lapangan.

 

Memiliki slogan Doamu Esa, pasangan calon Dony-Erwan menawarkan visi Sumedang Simpati yakni, sejahtera masyarakatnya, agamis akhlaknya, maju daerahnya, profesional aparatnya, dan kreatif ekonominya.

Selain itu, fokus utama pasangan Doamu Esa adalah untuk memenuhi kebutuhan dasar secara mudah dan terjangkau untuk kesejahteraan masyarakat. Dony-Erwan juga ingin menata birokrasi pemerintahan yang responsif dan bertanggung jawab secara profesional dalam melayani warga.

2. Setya Widodo dan Sonia Sugian

Menyisakan lima tahun masa pengabdiannya di Polri, Setya Widodo memilih untuk pensiun dini. Ia kemudian mencalonkan diri menjadi bupati Sumedang. Setya maju lewat jalur perseorangan bersama Sonia Sugian.

 

Sebagai pengacara, kiprah Sonia cukup diperhitungkan. Ia merupakan penasihat hukum GMBI. Selain itu, perempuan kelahiran Bandung 16 Mei 1975 itu juga dikenal sebagai pengusaha sukses juga politisi.

 

Setya Widodo mengaku bahwa sektor pertanian merupakan mata pencaharian yang paling banyak digeluti masyarakat Sumedang. Oleh karena itu, ia akan memberikan perhatian lebih besar sehingga keberadaan mereka tidak tergusur di tengah kenyataan bahwa lahan pertanian di Sumedang terus berkurang dari masa ke masa.

Untuk menopang kesejahteraan para petani, Setya Widodo-Sonia Sugian ingin membangun irigasi terpadu, memberikan bantuan alat, mesin pertanian, dan pupuk gratis, serta memberikan jaminan produksi dan harga pascapanen.

Melalui program tersebut, Widodo yakin kesejahteraan petani Sumedang akan lebih terjamin. Selain itu, ia juga akan mengembangkan kawasan dan lahan serta melakukan reformasi agraria.

3. Zaenal Alimin dan Asep Kurnia

Sejak menjadi staf Kecamatan di Situraja hingga menjadi Sekretaris Daerah Kabupaten Sumedang, Zaenal Aliminterhitung sudah 32 tahun mengabdi sebagai aparatur sipil negara. Bersama pasangannya Asep Kurnia, Zaenal maju di Pilbup Sumedang 2018 lewat jalur perseorangan dengan dukungan sebanyak 68.696 e-KTP.

 

Sementara itu, Asep Kurnia merupakan calon wakil bupati termuda yang ikut dalam kontestasi Pilbup Sumedang. Sebelumnya, Asep menjabat Ketua KPUD Sumedang dari tahun 2013-2017.

 

Zaenal-Asep ingin membangun Sumedang dengan pola kerja sama antara pemerintah dengan swasta. Menurut mereka, untuk membangun Sumedang, tidak akan mampu hanya mengandalkan dana APBD, tetapi perlu juga menarik para investor.

Zaenal-Asep memiliki visi Sumedang Semangat yang berarti sejahtera, maju, nyunda, agamis, aman, dan tertib. Menurut Zaenal, kata semangat menunjukan motivasi tinggi. Tanpa semangat, Sumedang tidak mungkin bisa berubah untuk lebih maju.

Selain itu, Zaenal-Asep juga akan menuntaskan persoalan yang masih tertunda seperti orang terkena dampak (OTD) Jatigede, masalah kemiskinan, pengangguran, dan administrasi kependudukan.

4. Irwansyah Putra dan Sidik Jafar

Memulai karier politiknya dari bawah, Irwansyah Putrakemudian mampu menjadi anggota DPRD hingga menjabat ketua DPC PDIP Kabupaten Sumedang. Ia juga aktif di sejumlah organisasi di antaranya Dewan Penasihat Karang Taruna dan Dewan Pembina Kelompok Seniman dan Budayawan Sumedang.

 

Pendamping Irwansyah Putra di Pilbup Sumedang 2018 adalah Sidik Jafar. Mantan pemain Persib itu pernah melakoni berbagai profesi mulai dari guru olah raga, pemain sepak bola, karyawan bank, hingga ia masuk politik dan menjadi anggota DPRD.

 

Dengan tegas, Irwansyah Putra siap turun dari jabatannya jika Sumedang tidak bisa maju di dalam kepemimpinannya kelak. Menurut dia, sebagai puseur dayeuh, Kabupaten Sumedang harus lebih maju dibandingkan kota dan kabupaten lainnya.

Selain itu, dalam rangka mengurangi angka pengangguran, Irwansyah-Sidik akan mengeluarkan peraturan untuk investor bahwa 50% dari pegawainya haruslah warga Sumedang. Kebijakan tersebut diharapkan dapat menuntaskan masalah pengangguran serta menaikkan taraf ekonomi masyarakat.

Tidak hanya itu, sektor pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur akan tetap menjadi prioritas pembangunan jika pasangan Irwansyah-Sidik terpilih. Menurut mereka, terdapat kesenjangan antara pembangunan wilayah barat dan timur Kabupaten Sumedang.

5. Eka Setiawan dan Mohammad Agung Anugrah

Eka setiawan merupakan calon petahana di Pilbup Sumedang 2018. Pengalamannya di lingkungan pemerintahan Sumedang diyakininya dapat membawa Eka kembali memimpin Sumedang. Eka pernah menjadi Kepala Dinas PU, Kepala Bapeda, Wakil Bupati, dan Bupati Sumedang.

 

Sementara itu, wakil Eka Setiawan, yakni Mohammad Agung Anugrah memiliki latar belakang sebagai pengusaha. Ia dikenal dengan sebutan Agung Progo karena beberapa bisnisnya menggunakan nama Progo.

 

Pasangan Eka Setiawan-Mohammad didukung koalisi tiga partai yaitu PKS, Gerindra, dan PBB. Pasangan dengan nomor urut lima tersebut mengusung slogan Sumedang Mantap, kependekan dari mandiri, agamis, nyunda, transparan, amanah, peduli.

Slogan Sumedang Mantap juga akan dijadikan nama program unggulan Eka-Agung dengan meluncurkan Kartu Sumedang Mantap (KSM). KSM diproyeksikan untuk pemberian beasiswa bagi pelajar sekolah dasar dan sekolah menengah pertama yang berprestasi.

Selain itu, KSM juga dirancang untuk pemberian bantuan pinjaman modal tanpa agunan bagi pelaku usaha mikro, dengan besaran nominal antara Rp 1 juta hingga Rp 5 juta. Menurut Eka, Sumedang memiliki banyak usaha rumahan yang berpotensi meningkatkan kesejahteraan masyarakat

 

 

Sumber : http://www.pikiran-rakyat.com