Pertamini Sulit Diuji Tera

by -39 views

 

Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Pemkab Sumedang tidak mengeluarkan rekomendasi untuk pengurusan izin operasi penjual premium eceran yang memakai takaran.

Saat ini di beberapa tempat sampai ke pelosok muncul penjual eceran premium yang memakai takaran dan menggunakan selang layaknya di SPBU banyak bermunculan. Tempat penjulan premium eceran ini dicat merah dan putih serta memakai tulisan Pertamini.

Kepala Bidang Perdagangan, Diskoperindag, Elly Suliasih menyebutkan pihaknya belum bisa mengeluarkan rekomendasi karena alat yang digunakan tidak memenuhi standar takaran alias tidak bisa ditera ulang. “Kami belum bisa mengeluarkan rekomendasi karena alat yang dipakai di penjualan premium eceran itu menggunakan peralatan hasil modifikasi yang belum jelas standar keamanannya,” kata Elly, Senin (30/5)

Menurutnya, kualitas alat yang dipakai jual premium eceran juga belum teruji dan dikhawatirkan merugikan konsumen. “Alat yang dipakai jualan premium eceran itu tidak bisa uji tera oleh Badan Metrologi. Ada berberapa syarat teknis yang harus dipenuhinya sebelum diuji tera oleh metrolog,” katanya.

Sebelum diuji tera, terangnya, beberapa persyaratan teknis harus dipenuhi, yaitu penggunaan alat ukur yang baik. “Pertamini ini tidak memenuhi persyaratan sehingga tidak bisa diuji tera,” katanya.

Berdasarkan Undang-Undang 2 Tahun 1981 tentang Metrologi Legal disebutkan jika masyarakat atau pengusaha tidak melaksanakan uji tera dapat dikenakan sanksi maksimal 1 tahun penjara atau denda 1 juta rupiah.

Keberadaan penjual bensin eceran ini sangat diperlukan warga terutama di daerah yang jauh dari SPBU. Banyak akivitas warga yang menggunakan kendaraan motor dan angkutan pedesaan terbant dengan adanya penjulan bensin eceran karena jauh dari SPBU. “Kami sangat terbantu dengan adanya penjulan bensin eceran ini karena jauh dari SPBU dan pemerintah harus mencari jalan keluar supaya konsumen terlindungi dan pedagang bensin eceran bisa berusaha dengan tenang,” kata Budi Setiawan, warga Citimun, Kecamatan Cimalaka, Senin (30/5)