Perumusan Tata Tertib Sekolah Harus Libatkan Orang Tua

by -106 views
Sekolah tidak bisa membuat tata tertib kesiswaan secara sepihak. Orang tua sebagai pihak kedua tetap harus dilibatkan dalam menetapkan peraturan tata tertib sekolah.
Ketua Pusat Pelayanan Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak (P2TP2A), Netty Prasetiyani mengatakan, apapun bentuk tata tertib yang akan diberlakukan harus dikomunikasikan antara pihak sekolah dan orang tua.
“Kedua belah pihak harus saling sepakat tentang butir-butir tata tertibnya,” kata Netty kepada INILAH, Bandung, Jumat (29/7).
Netty melanjutkan, orang tua bisa mengajukan keberatan jika ada butir-butir tata tertib yang tidak mereka setujui. “Ini sudah saya diskusikan dengan Kepala Dinas Pendidikan Jabar, Asep Hilman,” ujar Netty.
Diketahui, masih ada beberapa sekolah yang membuat tata tertib secara sepihak, tanpa melibatkan orang tua dalam perumusannya.
Bahkan beberapa butir tata tertib tersebut berisikan peraturan yang merujuk kepada tindak kekerasan yang berlebihan seperti mencubit siswa sampai kulitnya merah atau biru jika datang terlambat dan sebagainya.
“Dalam praktiknya memang masih ada yang seperti itu. Untuk mewujudkan sekolah ramah anak, memang masih dibutuhkan kerja keras,” kata Netty.
Menurutnya, membangun paradigma baru tentang sekolah yang dahulu merupakan ruang privat menjadi ruang publik bukan hal yang mudah.
“Sekolah harus mau mengevaluasi apakah tata tertibnya sudah sesuai dengan Undang-Undang Perlindungan Anak atau tidak,” pungkasnya