Perusahaan Asing Diminta Libatkan Lembaga Riset Lokal

by -33 views
Jawa Barat, merupakan salah satu provinsi yang paling dilirik investor. Terutama investor asing. Sayangnya, sampai saat ini masih minim pelaku industri asing yang menggandeng lembaga riset dan pengembangan lokal.
 
Asda Perekonomian dan Pembangunan Pemprov Jabar, Deny Djuanda Puradimaja mengatakan, saat ini mayoritas perusahaan modal asing (PMA) yang tersebar di beberapa daerah masih melakukan pengembangan dan riset produknya di negara asalnya. Padahal, di provinsi ini banyak terdapat lembaga riset yang bisa diberdayakan.
 
“Di kita ada 12 perguruan tinggi terkemuka yang bisa menjadi mitra riset serta pengembangan industri. Misalnya, lembaga riset di ITB ataupun UI,” ujar di sela-sela acara peresmian PT IchiI Indonesia di Karawang, Selasa (7/2).
 
Kedepan, terang dia, pihaknya berharap para pelaku industri asing bisa mengembangkan riset dengan memanfaatkan kekayaan intelektual masyarakat lokal. Jadi, dalam hal ini pihaknya ingin kawasan industri ini tak sekedar berdirinya pabrik-pabrik baru.
 
Melainkan, sambung dia, pihaknya ingin adanya kawasan yang bercirikan riset kekayaan intelektual masyarakat sekitarnya. Supaya, teknologi industri ini bisa selaras dengan perkembangan intelektual yang dimiliki masyarakat lokal.
 
Apalagi, kata dia, saat ini Jabar juga sedang mengembangkan kawasan metropolitannya. Serta kawasan industri yang meliputi, Bogor, Bekasi, Karawang, Purwakarta sampai Cirebon.
 
“Kami ingin, PT IchiI asal Jepang ini bisa jadi pelopor industri yang mengembangkan risetnya di sini (Indonesia),” harap dia.
 
Selain itu, jelas dia, pihaknya juga berharap setiap perusahaan memiiki laboratorium. Supaya, kaum intelektual ini bisa memanfaatkan laboratorium di industri itu untuk kepentingan dunia usaha. Dengan begitu, sinergitas antara industri dengan kaum intelektual dalam negeri bisa berjalan selaras. Serta, dunia pendidikan bisa menyesuaikan kurikulumnya dengan yang dibutuhkan oleh industri.
 
“Sehingga, SDM lokal kita mampu bersaing dengan SDM asing,” jelasnya.
 
Ditempat sama, managing Director PT IchiI Indonesia, Junanto Sani Saputra mengatakan, perusahaan asal Jepang ini memproduksi onderdil kendaraan. Nilai investasi dalam pembangunan pabrik ini sekitar Rp 300 miliar. Adapun kapasitas produksinya mencapai 8.500 unit per tahun.
 
“Untuk produksinya, sementara disesuai dengan kebutuhan dari konsumen,” ujar Juanto.
 
Dia mengakatan, perusahaan ini hanya mampu menyerap tenaga kerja sekitar orang 50 orang saja. Alasannya, karena hampir 90 persen perusahaan ini sudah menggunakan robot. Meski demikian, kedepan akan terus dikembangkan.
 
Jadi, sambung dia, kebutuhan tenaga kerjanya akan disesuaikan dengan jumlah pesanan dari konsumen. Artinya, semakin banyak pesanan, maka perusahaan ini akan makin banyak membutuhkan tenaga kerja