Petani Basmi Hama Tikus

by -41 views

Petani Basmi Hama Tikus

Jatinangorku.com – Pada musim tanam kali ini serangan hama tikus padi di wilayah Kec. Rancaekek, Kab. Bandung kian menjadi. Sehubungan hal itu, sejumlah petani dari Desa Tegalsumedang dan Sanghiang, Kec. Rancaekek berupaya memberantasnya sejak Sabtu (23/11) dengan menggunakan racun tiram (pengasapan).

Dalam waktu dekat mereka akan melakukan kegiatan serupa di Desa Haurpugur, Sukamana,h dan desa-desa lainnya di Kec. Rancaekek. Pemberantasan untuk mencegah mewabahnya serangan si moyong ke lahan persemaian padi pada masa tanam akhir 2013 ini.

Selain melibatkan puluhan petani, juga jajaran Petugas Organisme Pengganggu Tanaman (POPT) Kab. Bandung dan Provinsi Jabar. Selain itu, anggota DPRD Kab. Bandung, H. Cecep Suhendar, S.Pd., M.Si. juga turut aktif memberikan dukungan kepada para petani yang melakukan pembasmian hama tikus. Cecep bersama-sama para petani membasmi hama tikus dengan menggunakan racun tiran. 

Menurut Cecep, pembasmian hama tikus yang dilakukan para petani itu langkah positif untuk mencegah meluasnya serangan hama tikus di masa tanam tahun ini. Dari hasil pengamatan di lapangan, kata Cecep, setiap satu pasang indukan hama tikus setiap tahunnya bisa menghasilkan ribuan ekor anak. 

“Jadi bisa dibayangkan banyaknya hama tikus yang menyerang lahan tanaman pertanian padi, jika tidak dikendalikan sedini mungkin memasuki awal musim tanam,” kata Cecep kepada “GM” di Rancaekek, Minggu (1/12).

Menurutnya, untuk memberikan semangat kepada para petani dalam memburu hama tikus dengan cara menggunakan racun tiran, mereka yang mendapatkan tikus terbanyak diberi hadiah. “Tetapi biasanya hama tikus yang tersembunyi di dalam sarangnya itu, kalau sudah dimasukkan racun tiran bisa langsungmati di dalam lubang persembunyiannya,” katanya.

Petani geram

Maman (56), petani di Kec. Rancaekek, mengatakan, sejumlah petani geram melihat lahan persemaian mulai diacak-acak hama tikus. 

“Baru saja melakukan persemaian padi, sudah ada hama tikus. Makanya, banyak di antara petani yang sudah mulai mengendalikan hama tikus. Soalnya, kalau hama tikus dibiarkan berbahaya bagi tanaman padi,” katanya.

Dia mengatakan, serangan hama tikus itu akan lebih merajalela, kalau sudah ada persediaan makanan di lahan sawah. 

“Biasanya, hama tikus itu akan merusak tanaman padi, jika tanaman padi itu sudah mulai besar. Makanannya, sebelum ada penanaman padi, para petani mulai membasmi hama tikus untuk mencegah merebaknya hama tikus tersebut,” katanya.

Petugas POPT Kec. Rancaekek, Iwan Setiawan mengatakan, memasuki awal musim tanam pertanian padi di Kec. Rancaekek, para petani mulai kelabakan. Pasalnya, lahan persemaian padi yang baru saja ditebar dalam beberapa hari terakhir ini sudah mulai diserang si monyong. Kondisi tersebut membuat para petani khawatir harus mengulang kembali persemaian. Sehingga secara ekonomi dapat merugikan mereka. 

“Untuk mencegah semakin meluasnya serangan hama tikus, para petani sedini mungkin melakukan pembasmian hama tikus. Seperti yang sudah dilakukan di Desa Tegalsumedang, Sabtu (23/11) dan Desa Sangiang, Jumat (29/11),” kata Iwan.

Iwan mengatakan, serangan hama tikus terlihat di Desa Sukamulya, Haurpugur, Sanghiang, Bojongloa, Linggar, dan Desa Jelegong. Serangan serupa juga terpantau di Desa Sukamanah, Rancaekek Kulon, Tegalsumedang. “Saat ini, populasi tikus sudah terlihat cukup banyak dan kejadian ini secara alami pada setiap tahunnya,” katanya.

Sumber : http://www.klik-galamedia.com