Petani Merugi Sawah Baru Tanam Terendam Air Cileuncang Proyek Tol Cisumdawu

by -80 views

Jatinangorku.com – Hujan deras yang mengguyur kawasan Panyirapan, Desa Mekarjaya, KecamatanSumedang Utara membuat sawah di blok Sawah Lega dan Ciengke teredam banjir, Senin (8/2).

Banjir merendam satu hektare sawah yang baru tanam akibat terjangan banjir cileuncang dari proyek pembangunan Jalan Tol Cisumdawu.

Banjir bukan hanya merendam sawah tapi juga merobohkan pematang sawah yang tak kuat menahan terjangan air. Air cileuncang bercamnpur lumpur dari proyek tol masuk ke parit dan tak mampu ditampung saluran irigasi. “Air meluap karen atak tertampung di selokan. Ini banjir kedua kalinya yang paling parah,” kata Bari (42) salah seorang pemilik sawah, Senin (8/2).

Menurutnya, ia menderita kerugian yang cukup besar karena benih yang ditanam termasuk malah dan sulit didapat. “Saya mencoba menanam benih hibrida super, harganya mahal karena ingin hasil yang lebih baik. Baru ditanam dua minggu sudah rusak,” katanya.
Para petanu menyebutkan sebelum ada proyek jalan tol, walaupun hujan lebat tak pernah terjadi banjir. “Saya malah baru menanam padi dua hari llau, sekarang padinya tak terlihat karena terendam banjir,” kata Uu (72) petani laiannya.

Kades Mekarjaya, Dudung Suryana menyebutkan akibat proyek jalan tol, banjir air bercampir lumpur sempat menerjang rumah. “Sekarang rumah aman dari terjangan banjir karena dibuat saluran air tapi sekarang banjir malah menerjang areal persawahan,” katanya, Senin (8/2).

Menurutnya, ketika pihak proyek membuat salura air dan membuangnya ke selokan sempat diminta selokan dilakukan pengerukan selokan. “Selokan menjadi dangkal karena sering terkena banjir air lumpur, kami sudah meminta dikeruk dulu supaya bisa menampung air tapi ternyata usulan tak digubris pelaksana proyek sehingga akibatnya seperti sekarang,” katanya.

Sumber : http://jabar.tribunnews.com/