Pihak Perusahaan Belum Memberikan Tanggapan, Buruh Masih Duduki PT HJU

by -36 views

Pihak Perusahaan Belum Memberikan Tanggapan, Buruh Masih Duduki PT HJU

Jatinangorku.com – Sebanyak 97 buruh PT Harapan Jaya Utama (HJU) di Jln. Tegalluar, Desa Tegalluar, Kec. Bojongsoang, Kab. Bandung, hingga Kamis (4/9), masih menduduki pabrik sepatu tersebut. Mereka melakukan aksi demo sejak Jumat (30/8). Saat itu, ratusan buruh mogok hingga operasional pabrik terhenti total.

Para buruh yang melakukan aksi demo itu berada di bawah bendera Serikat Buruh Seluruh Indonesia (SBSI) 1992 Kab. Bandung. Sejumlah petugas kepolisian siaga di lokasi aksi unjuk rasa. 

Ketua SBSI 1992 Kab. Bandung, Usman Firdaus mengatakan, dari ratusan buruh yang melakukan aksi unjuk rasa, sekitar 150 buruh kembali bekerja pada Kamis sekitar pukul 11.00 WIB. “Sedangkan 97 buruh lainnya masih melakukan aksi demo dan menduduki pabrik,” kata Usman ketika menghubungi “GM”, Kamis kemarin.

Menurut Usman, dari 97 buruh yang masih melakukan aksi demo, 43 orang sempat melewati proses pengadilan hubungan industri setelah di-PHK (pemutusan hubungan kerja) oleh perusahaan tersebut.

“Mereka melakukan aksi demo menuntut uang pesangon setelah di-PHK perusahaan, tujuh bulan silam. Sampai saat ini belum ada kejelasan,” kata Usman.

Belum ada kejelasan

Ratusan buruh yang kembali bekerja, katanya, adalah buruh kontrak yang belum di-PHK. “Tetapi mereka sebenarnya kembali bekerja juga belum ada kejelasan siapa yang akan bayar dan bertanggung jawab. Soalnya, pemilik perusahaan dikabarkan sudah berpindah tangan dari pemilik lama ke pemilik baru,” katanya.

ia menyatakan, hingga Kamis kemarin, perwakilan buruh dengan perusahaan belum ada pertemuan. “Mereka bisa kembali bekerja setelah ada pihak lain yang dipercaya perusahaan memfasilitasi para pekerja untuk kembali bekerja. Soalnya, mereka juga ingin kembali bekerja,” katanya.

Ia berharap pihak-pihak yang dipercaya perusahaan memfasilitasi perwakilan 97 buruh yang saat ini masih melakukan aksi demo. “Soalnya, hingga kini belum ada penyelesaian antara para buruh yang di-PHK dan melakukan aksi demo dengan pengusaha. Untuk itu, kami berharap ada penyelesaian hubungan industrial di antara mereka,” katanya.

Usman berharap pemerintah turun tangan untuk menyelesaikan persoalan tersebut hingga ada penyelesaian.

Sumber : http://klik-galamedia.com