Pilgub Jabar 2018, Pemilih Sementara Sebanyak 31,7 Juta

by -15 views

 Total jumlah DPS (Daftar Pemilih Sementara) untuk Pilgub Jabar 2018 mencapai 31.708.330 juta jiwa. Para pemilih terdiri atas 15.941.296 laki-laki dan 15.767.034 perempuan. Para pemilih tersebar di 627 kecamatan, 5.957 desa/kelurahan, dan akan memilih di 74.944 Tempat Pemungutan Suara (TPS). 

Data itu merupakan hasil penetapan KPU Jawa Barat pada acara Rapat Pleno terbuka Rekapitulasi DPS pada Pilgub Jabar 2018 di Aula Setia Permana Jalan Garut, Bandung, yang berakhir Sabtu dinihari 17 Maret 2018.

Komisioner KPU Jabar Ferdhiman P Bariguna mengatakan, data tersebut dipastikan akan ada perubahan. Pasalnya dalam satu bulan ini pihaknya akan melakukan perbaikan terhadap 5-6 juta data pemilih yang memiliki kesalahan seperti salah penulisan nama, nomor NIK dan KK yang tidak sesuai bahkan yang datanya ganda. 

“Kami akan melakukan perbaikan selama sebulan ini bersama KPU kota/kabupaten, Disdukcapil, PPK, PPS untuk kemudian dijadikan DPT,” ujar dia, Minggu 18 Maret 2018.

Dia pun mengatakan, pihaknya masih menunggu proses 900.000 warga Jabar yang di antaranya belum melakukan perekaman e-ktp, belum mendapatkan fisik e-ktp dan yang belum menerima surat keterangan. Nantinya jika ditambah dengan DPS diprediksi jumlah DPT bisa mencapai 32,6 juta jiwa. 

Selain itu, pihaknya pun masih akan menjangkau jumlah pemilih disabilitas dan juga beberapa lokasi yang terkendala pendataan. 

Ketua KPU Jabar, Yayat Hidayat, mengatakan, khusus pemilih disabilitas belum ditetapkan karena dinilai masih belum lengkap. Data pemilih penyandang disabilitas diperlukan untuk pemetaan logistik, karena berkaca pada Pilgub 2013 lalu masih banyak kebutuhan mereka yang mubadzir atau tidak terdistribusikan dengan baik.

Yayat pun mengakui kendala yang dihadapi saat melakukan coklit, mengakses lokasi-lokasi tertentu seperti Al Zaitun di Kabupaten Indramayu.

 “Oleh karena itu kami mendorong KPU dan Panwaslu setempat melakukan koordinasi dan mengkomunikasikan kewajiban tersebut kepada para pihak terkait,” ujarnya.

Hal penting

Sementara itu Komisioner Bawaslu, Wasikin Marzuki menyoroti beberapa hal yang dinilainya penting, yakni adanya 20 petugas PPDP yang tidak melaksanakan tugas dengan baik, kesalahan cetak stiker dan leaflet, perbedaan data pemilih non-KTP elektronik versi Disdukcapil dengan KPU, data disabilitas, dan adanya PPDP yang tidak bisa masuk ke kawasan tertentu seperti Al Zaitun dan apartemen-apartemen khususnya di Bekasi. 

Namun secara umum, ia mengapresiasi kinerja jajaran KPU Jabar yang telah bekerja maksimal.

Apresiasi juga disampaikan tim kampanye keempat paslon, dengan beberapa catatan yang pada dasarnya hampir mirip dengan catatan Bawaslu.

Rapat pleno tersebut dihadiri Bawaslu dan Panwaslu dan Komisioner KPUD Kabupaten/Kota, dan Tim Kampanye Paslon

 

 

 

Sumber : http://www.pikiran-rakyat.com