Pilkades Cibeusi Belum Ada Persiapan

by -24 views
Pilkades Cibeusi Belum Ada Persiapan
Jatinangorku.com – Rencana Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) ulang Cibeusi pada 2015 mendatang sudah terdengar di masyarakat. Bahkan pada Jumat (16/5), Pemerintahan Desa (Pemdes) Cibeusi sudah menerima informasi resmi dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumedang agar segera menyosialisasikannya. Namun, sejauh ini belum ada persiapan karena harus melalui beberapa tahapan.

“Informasi terkait persoalan itu baru diterima pemdes dan BPD belum lama ini,” kata Sekretaris Desa (Sekdes) Cibeusi, Ruyani kepada “GM” saat ditemui di kantor Kepala Desa Cibeusi, Jatinangor, Senin (19/5).

Ruyani menjelaskan, wacana pilkades pada 2015 tersebut dipastikan melalui beberapa tahapan, di antaranya pembentukan panitia dan sosialisasi kepada masyarakat.

“Jika sudah terbentuk terbentuk panitia, sudah pasti kembali ada penjaringan bakal calon,” katanya.

Menurutnya, jumlah hak pilih diperkirakan tidak akan jauh berbeda seperti saat Pemilu Legislatif (Pileg) 2014. “Saat pileg sekitar 6 ribu lebih. Ada kemungkinan bisa bertambah juga. Dengan jeda waktu satu tahun, pasti ada hak pilih baru,” terangnya.

Ruyani menegaskan, hingga kini jumlah hak pilih belum ada, karena proses pilkada belum sampai ke tahapan tersebut. Ia juga mengaku belum menentukannya karena menunggu rapat musyawarah dengan BPD.

Sebelumnya, Sekda Pemkab Sumedang H. Zaenal Alimin mengatakan, Pemprov Jawa Barat menyarankan agar persoalan Pilkades Cibeusi dikembalikan sesuai Peraturan Daerah (Perda) yang berlaku di Pemkab Sumedang. Hal itu sesuai dengan Perda Nomor 11/2006 dan Nomor 5/2005 tentang tata cara pencalonan, pemilihan, dan pemberhentian kades.

“Pilkades Cibeusi pada 2015 itu merupakan solusi tepat, daripada memaksakan diri harus melantik Calon Kades Cibeusi terpilih pada pilkades sebelumnya. Pikades sebelumnya, diikuti lebih dari 5 calon,” terang Zaenal.

Sementara itu, warga RT 03 RW 05 Dusun Cirangkong, Desa Cibeusi, Depi Supriadi (42) mengharapkan panitia pilkades diganti.

“Solusinya, warga meminta pilkades kembali. Panitia harus diganti. Termasuk harus didampingi oleh orang-orang yang paham tentang politik,” ujar Depi.

Sumber : http://www.klik-galamedia.com/