PKL Dibiarkan Marak, Bangli Bermunculan Jalan Bandung-Garut Semrawut

by -171 views

PKL Dibiarkan Marak, Bangli Bermunculan Jalan Bandung-Garut Semrawut

Jatinangorku.com – Jalan Raya Bandung-Garut antara Cipacing-Rancaekek-Parakanmuncang kian semrawut. Selain pedagang kaki lima (PKL), bangunan liar (bangli), terminal bayangan, sepeda motor yang melawan arus, dan perbaikan jalan menjadi pemicu kesemrawutan.

Pantauan “GM”, Sabtu (21/9), maraknya PKL terlihat mulai depan PT Insan Sandang, depan PT Kahatex hingga kawasan PT Dwi Papuri, Kec. Cimanggung, Kab, Sumedang. Selain di trotoar, mereka ngalampar di badan jalan. Sementara di sejumlah titik jalan nasional tersebut (wilayah Kec. Cimanggung, red) bangli terus bermunculan.

Kesemrawutan bertambah akibat ulah para pengendara sepeda motor yang melawan arus, baik dari arah Parakanmuncang menuju Rancaekek maupun sebaliknya. Begitu pula terminal bayangan di depan PT Kahatex. Akibatnya kemacetan parah tak bisa dihindari.

Apalagi saat ini ruas jalan depan PT Kahatex tengah dicor dan tinggikan. Sehingga lalu lintas dari arah Rancaekek menuju Parakanmuncang terhambat. 

“Jalan Raya Bandung-Garut saat ini semrawut. Jalan sudah heurin dengan PKL, terminal bayangan, dan sepeda motor ang melawan arus, kini ditambah perbaikan jalan. Tidak tahu mengapa aparat terus membiarkannya. Jelas, kenyamanan masyarakat terganggu karena haknya sudah terampas,” kata Dra Hj. Ely Nurpitriani, pengendara mobil, warga Cicalengka.

Dosen salah satu perguruan tinggi di Jatinangor tersebut tak habis pikir mengapa dinas terkait di Pemprov Jabar, Pemkab Bandung ataupun Pemkab Sumedang membiarkan kesemrawutan Jalan Raya Bandung-Garut.

“Seharusnya Pemprov Jabar, Pemkab Bandung, dan Pemkab Sumedang, termasuk sejumlah pengusaha tekstil duduk bersama mencari solusi. Saya sangat berharap pemerintah berani dan tegas. Jangan membiarkan jalan nasional semrawut dan pengendara terjebak macet,” katanya.

Fungsikan JPO

Hal senada dilontarkan sejumlah pentolan LSM di wilayah timur Kab. Bandung. “Kita prihatin melihat kondisi Jalan Raya Bandung Garut yang makin semrawut akibat keberadaan PKL, kendaraan yang melawan arus, dan bangli. Kondisi ini jelas berdampak pada kemacetan,” kata Atep Somantri, Ketua LSM Samudra.

Ia berharap Pemprov Jabar, Pemkab Bandung, dan Pemkab Sumedang melakukan langkah secepatnya. “Terkait PKL, alangkah baiknya direlokasi karena ini menyangkut perut. Untuk meminimalisasi kemacetan, kita juga berharap jembatan penyeberangan orang (JPO) di depan PT Kahatex difungsikan,” katanya.

Sumber : http://klik-galamedia.com/