PKL Kahatex Ditertibkan

by -41 views

PKL Kahatex Ditertibkan

Jatinangorku.com – Tim Gabungan (Timgab) Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dari Provinsi Jabar, Kabupaten Sumedang, dan Bandung, Senin (21/7) menertibkan lapak dan kios pedagang kaki lima (PKL) di kawasan PT Kahatex. Mereka menempati badan jalan di jalur mudik Lebaran, Jalan Raya Bandung-Garut, Kec. Cimanggung, Kab. Sumedang.

Penertiban dipimpin Kepala Satpol PP Provinsi Jabar, Sigit didampingi Kepala Satpol PP Kab. Sumedang, Bambang Rianto dan ratusan personel Satpol PP bersama petugas kepolisian dan TNI.

Pantauan “GM” kemarin, penertiban PKL berlangsung lancar dan kondusif. Tidak ada perlawanan dari para pedagang. Sejumlah pedagang terlihat pasrah ketika lapak dan kios ditertibkan ke atas trotoar.

Menurut Sigit, penertiban dilakukan secara bertahap karena saat berlangsung sempat turun hujan deras. Sudah ratusan lapak dan kios PKL di jalur mudik itu yang ditertibkan.

“Kalau hadir semuanya, para PKL di badan jalan jalur Jalan Bandung-Garut itu bisa mencapai ribuan orang,” kata Sigit kepada wartawan, Senin (21/7).

Jalan raya bukan untuk berdagang, tetapi anehnya, kata Sigit, para PKL tidak menyadarinya.

“Menyadarkan mereka itu sepertinya sulit. Kami pun tak melarang mereka berjualan, tapi jangan mengganggu ketertiban umum, jangan di jalan,” tegas Sigit.

Sigit mengatakan, tindakan yang diambilnya bukan perbuatan sewenang-wenang dan atas kehendak sendiri, melainkan berdasarkan aturan yang jelas.

“Berjualan di trotoar, apalagi di badan jalan itu dilarang karena trotoar hak pejalan kaki dan badan jalan hak para pengendara. Untuk itu, kami tidak akan memberikan toleransi,” katanya.

Pakai aturan

Dia berharap para pedagang memahami aturan. Bahwa berjualan di badan jalan dan trotoar dilarang. “Konsekuensinya, kalau mereka berjualan di badan jalan, ya kita singkirkan,” katanya.

Sigit juga mengaku tak habis pikir dengan ulah PKL. Sudah berkali-kali pemerintah mengingatkan bahkan menertibkan mereka, tetapi selang beberapa waktu, kembali berjualan di tempat terlarang.

“Ini menyangkut mentalitas. Mereka sudah sering diingatkan petugas. Kalau mau berdagang jangan di badan jalan. Nyatanya mereka tetap kucing-kucingan dan berpura-pura tidak mendengar,” katanya.

Untuk menciptakan kondisi lingkungan yang aman dan tertib, kata Sigit, perlu kesadaran, ketegasan, dan kebersamaan dari semua pihak. “Dalam penertiban ini pun melibatkan sekitar 120 personel Satpol PP,” katanya.

Sigit berharap setelah penertiban ini, para PKL tidak lagi menempati badan jalan. Pasca-arus mudik dan arus balik Lebaran juga tidak boleh menempati lokasi yang sama.

“Mereka harus sadar dan memahami, berdagang di badan jalan itu enggak benar. Agar hasilnya manfaat dan maslahat, cara dan tempatnya juga harus benar. Tidak mengambil manfaat dari kesulitan orang lain. Tidak mengambil untung sambil mengabaikan hak orang lain. Kesadaran inilah yang harus ditumbuhkan,” katanya

Sumber : http://www.klik-galamedia.com/