Polda Jabar Siap Amankan Natal dan Tahun Baru

by -49 views

Menjelang perayaan Hari Raya Natal dan Tahun Baru, sekitar 15.000 personel gabungan lintas sektor disebar untuk memastikan keamanan di wilayah Jawa Barat. Sejumlah titik menjadi perhatian, seperti tempat ibadah, pusat keramaian massa, jalur perlintasan lalu lintas serta destinasi wisata.

“Pengamanan Natal dan tahun baru ini melibatkan lintas sektor. Semua titik yang perlu diamankan, jalur mana yang harus diwaspadai baik itu kecelakaan, atau bencana, dan semua sudah siap. Intinya kita siap mengamankan Natal dan tahun baru,” ujar Kapolda Jawa Barat Bambang Waskito, seusai rapat koordinasi lintas sektor Operasi Lilin Lodaya 2016 di Mapolda Jawa Barat, Kamis 15 Desember 2016.

Dia menuturkan, menjelang akhir tahun pihaknya sudah memetakan sejumlah kerawanan, seperti lokasi yang rawan macet, rawan kecelakaan lalu lintas, serta rawan kriminalitas. Personel gabungan ditempatkan di titik-titik tersebut, dengan melibatkan personel dari Polda Jawa Barat, jajaran Polres setempat, serta TNI dan pemerintah daerah seperti Satuan Polisi Pamong Praja dan Dinas Perhubungan.

Selain penempatan personel, pihaknya juga menyiapkan sejumlah prasarana pendukung untuk membantu kinerja personel yang bertugas. Dia mencontohkan, di wilayah yang dinilai rawan bencana, disiapkan sejumlah alat berat untuk mengantisipasi keadaan tanggap darurat.

Kemudian, di jalur perlintasan padat lalu lintas, disiapkan pos-pos untuk memastikan keamanan dan kenyamanan pengguna jalan. Warga bisa menggunakan pos tersebut untuk beristirahat jika mengalami kelelahan dalam perjalanan.

Selain itu, dia mengatakan, pengamanan juga dilakukan di tempat keramaian, seperti pusat perbelanjaan, stasiun, terminal serta bandara. Khusus untuk pengamanan gereja, Bambang menambahkan, koordinasi sudah dilakukan dengan GP Anshor PB Nahdlatul Ulama. Mereka akan ikut membantu pengamanan untuk memastikan rangkaian perayaan Natal berjalan dengan lancar dan aman. “Yang menjaga tempat ibadah tidak hanya aparat, tapi ada dari PB NU, mereka siap membantu mengamankan,” ujarnya.

Pada dasarnya dia meyakini bahwa seluruh kalangan di Jawa Barat mampu menghormati agama dan kegiatan agama lain, termasuk dalam rangkaian Natal. Kendati demikian, langkah antisipasi perlu tetap dilakukan untuk memberikan rasa nyaman dan aman di tengah masyarakat. “Saya kira semua lapisan masyarakat akan membantu supaya betul-betul Jabar aman. Jadi enggak ada masalah, apalagi masalah intoleransi,” katanya.

Di tempat yang sama, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan menuturkan, di Jawa Barat tercatat setidaknya 683 gereja yang akan digunakan dalam rangkaian perayaan Hari Raya Natal. Bersama sejumlah instansi terkait, gereja menjadi salah satu fokus pengamanan. Hal itu dilakukan untuk mencegah potensi gangguan, baik berupa teror ataupun berbagai bentuk gangguan keamanan lainnya.

“Jangan ada gangguan keamanan apapun. Pemerintah berupaya sekuat tenaga untuk menjamin teman-teman Kristiani melaksanakan ibadah tanpa ada gangguan,” ujarnya.

Dia mengemukakan, koordinasi dengan sejumlah pemangku kepentingan sudah dipersiapkan sejak dini. Namun untuk mendukung hal tersebut, diperlukan dukungan dari masyarakat Jawa Barat untuk ikut membantu, misalnya berkaitan dengan deteksi dini gangguan keamanan di lingkungan sekitarnya. “Intinya Natal nanti pemerintah menjamin rasa aman. Kemudian setiap warga wajib melakukan penghormatan sebagai bentuk toleransi,” katanya.