Polda Jabar Tetapkan 8 Tersangka Kasus Miras Oplosan di Cicalengka

by

Kepolisian Daerah Jawa Barat menetapkan 8 orang sebagai tersangka kasus miras oplosan yang telah menewaskan puluhan orang. Karena banyaknya korban tewas, Polda Jabar menetapkan status darurat miras oplosan di wilayah Kabupaten Bandung.

“Ada sepuluh yang dimintai keterangan, delapan di antaranya langsung dijadikan sebagai tersangka. Sampai saat ini, kami masih mengembangkan kasus tersbeut. Kami juga menetapkan Cicalengka darurat miras oplosan. Jadi, bukan untuk seluruh Jawa Barat,” kata Kapolda Jabar Irjen Pol Agung Budi Maryoto, Rabu 11 April 2018 ketika melakukan kunjungan kerja di Mapolres Ciamis.

Sebelum ke Ciamis, Kapolda Jabar yang didampingi Wakapolda Supratman juga melakukan kegiatan serupa di Kabupaten Pangandaran yang masih wilayah hukum Polres Ciamis serta Polres Kota Banjar. 

Didampingi Kapolres Ciamis Bismo Teguh Prakoso, Agung Budi Maryoto mengatakan, diperkirakan ada kesamaan jenis antara miras oplosan yang ada di Cicalengka dengan yang ada di Kabupaten Bandung. Di dua wilayah tersebut, distributornya sama.  Berbeda dengan miras oplosan yang ada di Sukabumi.

“Yang Sukabumi, meracik sendiri, bagi-bagi sendiri, mabok sendiri dan mati sendiri, sudah, sedangkan miras oplosan di Cicalengka dan Bandung masih dalam penelitian laboratorium. Dengan demikian, kami  menunggu hasil penyelidikan lebih lanjut,” tutur Agung Budi Maryoto.

Dari hasil pemeriksaan laboratorium forensik, kata Kapolda Jabar, ditemukan unsur metanol dan kandungan alkohol dosis tinggi. Penelitian tersebut juga membuktikan, pada miras oplosan yang diminum korban tidak ditemukan kandungan ginseng sebagaimana yang dikatakan penjual.  

“Penjual mengatakan ada campuran ginseng, itu bohong besar. Tidak ada sedikit pun ginsengnya. Yang ada metanol dan alkohol kadar tinggi yang membahayakan kesehatan manusia. Usai minum mengalami sesak nafas, rasa mual tidak terhingga, hingga tidak kuat, dan tidak dapat bernafas, meninggal,” katanya.

Agung Budi Maryoto menyatakan, dia memerintahakn seluruh jajaran Polres di wilayah Jawa Barat melakukan razia. Sementara untuk pengawasan obat dan makanan, hal itu dilakukan dengan melibatkan  Badan Pengawasan Obat dan Makanan

 

 

 

Sumber : http://www.pikiran-rakyat.com