Polda Jawa Barat Usut Penyebar Hoax Penculikan Anak di Medsos

by -82 views
POLDA Jawa Barat akan mengusut penyebar berita bohong (hoax) tentang penculikan anak di media sosial (medsos) yang sudah sampai tahap meresahkan. Polda kini tengah menelusuri dalang dan aktor intelektual dibalik penyebaran berita hoax tersebut.

 
“Kami sudah membentuk tim untuk mengusut dalang di balik penyebaran berita hoax soal penculikan. Siapa di balik isu yang terlihat sangat massif dan seperti sengaja diviralkan dengan tujuan menganggu rasa aman dan nyaman masyarakat,” tutur Kepala Bidang Humas Polda Jabar, Kombes Yusri Yunus, Kamis (23/3/2017).
 
Para  penyidik di Direskrim Poda Jabar terus memantau menelusuri jejaring penyebar berita hoax itu. Hasil penyelidikan itu, Polda Jabar juga sudah meminta keterangan sejumlah saksi.
 
“Siapa tersangka dibalik itu semua, apa motifnya, kita tinggal tunggu waktunya. Kita sudah memaksimalkan tim anti cyber crime untuk menelusuri berita hoax yang tampaknya memang sengaja membuat masyarakat resah dan takut,” tutur Yusri.
 
Polda Jabar menengarai ada maksud tertentu dari jejaring penebar berita hoax penculikan yang bertujuan membuat masyarakat hidup tidak tenang. Bahkan seperti sengaja memancing agar masyarakat emosi sehingga saling curiga dan berbuat melanggar hukum seperti menghukum orang asing yang kebetulan tengah berada di kampungnya.
 
“Si penebar hoax sepertinya ada maksud tertentu, bisa saja politis karena tidak suka dengan keadaan stabil. Mereka menebar agar masyarakat takut dan resah sehingga saling curiga. Motifnya ingin membuat kampanye buruk soal stabilitas nasional maupun stabilitas di wilayah Jabar yang selama ini terjaga,” tuturnya.
 
Kapolda Jabar, Irjen Pol. Anto Charlyan juga sudah menginstruksikan jajarannya terus mengawasi dan mengamati perkembangan berita hoax kasus penculikan anak tersebut. Sejauh ini, pihak kepolisian di seluruh Jabar belum menerima satupun laporan penculikan anak, menangkap pelaku maupun menemukan korban penculikan seperti yang tersebar melalui berita hoax tadi.
 
“Belum ada laporan dari manapun terkait soal penculikan anak. Namun di medsos banyak sekali berita kalau polisi telah melakukan penangkapan atau menerima laporan penculikan. Kalau ada berita orang hilang, setelah ditelusuri bukan korban penculikan, namun hanya anak hilang atau kabur dari rumah,” tutur Yusri.
 
Polda Jabar juga meminta masyarakat bijak dalam menerima informasi. Jangan lekas percaya bila sumbernya tidak jelas atau tidak terklarifikasi di lembaga berwenang seperti kepolisian. Berita hoax memang seolah berita benar, namun sebenarnya bohong.
 
“Kami minta masyarakat sangat selektif. Segera klarifikasi, jangan langsung percaya. Terlepas dari apapun, soal menjaga anak-anak kita itu sudah menjadi kewajiban, namun jangan atas dasar ketakutan karena termakan isu hoax,” tutur Yusri.