Polisi Bekuk Lagi Dua Perajin Senpi

by -36 views

Polisi Bekuk Lagi Dua Perajin Senpi

Jatinangorku.com – Kepolisian Daerah Jawa Barat dan Kepolisian Daerah Metro Jaya membekuk dua orang perajin senjata api (senpi) di Cipacing, Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Minggu (15/9) malam. Penangkapan tersebut merupakan pengembangan dari penangkapan yang telah dilakukan sebelumnya di lokasi yang sama. Kedua perajin tersebut telah diboyong ke Polda Metro Jaya.

“Tadi malam (Minggu malam, red), kita bersama Polda Metro Jaya menangkap dua perajin senjata di Cipacing, Kabupaten Sumedang. Ini merupakan hasil pengembangan,” ujar Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol. Suhardi Alius kepada wartawan usai mengikuti prosesi pelantikan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bandung di Gedung DPRD Kota Bandung, Jln. Aceh, Senin (16/9).

Setelah melakukan penangkapan, Suhardi kemudian menginstruksikan kepada jajarannya untuk melakukan identifikasi terhadap semua perajin di Cipacing, baik yang tergabung dalam koperasi maupun tidak. Identifikasi ini dilakukan supaya tidak ada penyimpangan dalam pembuatan senjata api rakitan yang dilakukan para perajin.

“Polres Sumedang sedang melakukan identifikasi semua perajin di Cipacing. Jika perlu diambil gambarnya, termasuk lokasi tempat pembuatan senjata api rakitan. Ada sekitar 200 perajin di Cipacing, namun jumlah pemilik toko tidak sebanyak itu,” ungkapnya.

Saat disinggung mengenai kemungkinan kedua perajin yang ditangkap merupakan pemasok senjata, ia belum bisa memastikannya. Termasuk kelompok yang diduga diikuti oleh kedua perajin yang diamankan tersebut. 

“Kita tidak bisa menduga-duga. Itu yang nanti akan ada penjelasan dari Polda Metro Jaya,” ucapnya.

Suhardi meminta peran serta masyarakat Jawa Barat untuk mengungkap kasus tersebut. Karena wilayah Jabar sangat luas sehingga masyarakat juga diminta untuk melakukan pengawasan.

“Dengan peran serta masyarakat dan teman-teman media, kita harapkan bisa mengungkap semuanya. Kemungkinan tempat pelarian juga bisa dan mungkin bukan hanya di Cipacing saja tempat seperti ini, tapi juga tempat-tempat yang lain,” terangnya.

Sementara itu, mengenai kasus yang terjadi di Kota Cimahi, Minggu (15/9) lalu, ia menjelaskan, yang terjadi bukanlah perampasan. Tapi, anggota polisi yang berpakaian preman mengeluarkan senjata karena merasa diikuti.

“Tidak ada kaitannya sama sekali seperti yang terjadi di Cimanggis. Ia justru mengeluarkan senjata saat diikuti. Ini artinya kerawanan itu bukan hanya pada anggota polisi. Cuma sekarang kejadian curanmor sangat banyak. Kita melakukan operasi di seluruh Jabar. Kita siapkan di tempat-tempat dan jam rawan untuk menggelar operasi supaya masyarakat tenang. Memang curas dan curanmor ada peningkatan dan ini masih kita kejar semuanya,” tandas Suhardi. 

Diamankan

Sementara itu, Satreskrim Polres Sumedang mengamankan seorang pria berinisial HP (50), warga Dusun Paledang RT 04/RW 06 Desa Cileunyi Wetan, Kec. Cileunyi, karena diduga memiliki senjata api (senpi) ilegal, Senin (16/9) sekitar pukul 12.00 WIB.

Berdasarkan informasi yang dihimpun wartawan di lapangan, HP tidak bisa berkutik ketika sejumlah polisi menangkapnya di salah satu kamar kosan di lokasi penangkapan.

Kapolsek Jatinangor, Kompol Roedy de Vries saat dikonfirmasi membenarkan adanya penangkapan terhadap HP yang diduga memiliki senpi ilegal. “Dia diamankan ke Mapolres Sumedang guna penyelidikan.” Kata Roedy.

Sementara, Kasat Reskrim Polres Sumedang, AKP Azis ketika dihubungi melalui telepon selulernya menegaskan, penangkapan terhadap HP tidak ada kaitannya dengan sejumlah tersangka pemilik senpi rakitan yang diamankan Polda Metro Jaya di Cipacing.

Sumber : http://klik-galamedia.com