Polisi Jaga Ketat Empat Stasiun KA

by -22 views

Polisi Jaga Ketat Empat Stasiun KA

Jatinangorku.com – Pasca-massa di Stasiun KA Cicalengka, Kab. Bandung, Senin (19/83) akibat dikuranginya kuota pemberangkatan KRD ekonomi, Polres Bandung menjaga sejumlah stasiun di wilayah hukumnya, termasuk di wilayah timur Kab. Bandung.

“Ada empat stasiun kereta api yang dijaga, diturunkan satu peleton personel dibantu TNI dan Raimas (Pe-ngurai Massa). Hal ini dilakukan memberikan rasa aman kepada para pengguna jasa kereta,” kata Kapolres Bandung, AKBP Ahmad Yamin kepada wartawan, Selasa (20/8).

Empat stasiun yang dijaga ini, stasiun di Nagreg, Stasiun Cicalengka yang sempat dirusak massa, dan dua stasiun di Kec. Rancaekek, yakni Stasiun Haurpugur dan Stasiun Rancaekek.

“Nah, untuk Raimas ini khusus diturunkan di Stasiun Cicalengka, karena stasiun ini yang paling besar dan paling banyak penggunanya,” terangnya.

Sementara di tempat terpisah, Kapolsek Rancaekek, AKP Hartomo mengatakan, untuk Stasiun Haurpugur dan Stasiun Rancaekek, pihaknya telah menyiagakan anggotanya.

“Atas perintah pimpinan, anggota disiagakan sejak pukul 05.00 – 09.00 WIB. Ini dilakukan agar kejadian amuk massa di Stasiun KA di Cicalengka tak terjadi lagi. Jika situasi telah kondusif, sedikit demi sedikit kita akan mengurangi personel di kedua stasiun itu,” katanya.

Hartomo juga mengatakan pengamanan akan terus dilakukan jika situasi dinilai belum benar-benar aman. “Meski untuk Stasiun KA 

Haurpugur jumlah penumpangnya sedikit, namun dikhawatirkan penumpang akan meningkat karena takut kejadian kemarin terulang lagi,” katanya.

Diberitakan, ratusan calon penumpang KRD ekonomi mengamuk dan melakukan perusakan fasilitas serta bangunan Stasiun KA Cicalengka di Desa Panenjoan, Kec. Cicalengka, Kab. Bandung, Senin (19/8) sekitar pukul 05.10 WIB.

Perusakan dipicu pembatasan kuota penumpang KRD ekonomi pertama sebanyak 500 orang. KRD ekonomi yang dijadwalkan berangkat pukul 05.25 WIB, yaitu tujuan Stasiun KA Padalarang. Saat itu, calon penumpang KRD ekonomi masih berjubel hingga lebih dari 1.000 orang. Sementara loket penjualan karcis sudah ditutup.

Akibatnya, sekitar 500 penumpang yang belum memiliki karcis kesal dan berujung aksi anarkis. Insiden tersebut juga dipicu dugaan adanya sejumlah calon penumpang yang memprovokasi calon penumpang lainnya.

Akibatnya perjalanan KRD ekonomi pertama sempat terganggu selama 40 menit. Seharusnya, KRD berangkat dari pukul 05.25 WIB. Namun pemberangkatan ini akhirnya terlambat 40 menit.

Sumber : http://klik-galamedia.com