Polisi Selidiki Dugaan Perkelahian Praja Madya Putri IPDN

by -30 views

Polisi Selidiki Dugaan Perkelahian Praja Madya Putri IPDN

Jatinangorku.com – Aparat Kepolisian dari Polres Sumedang, kini tengah menyelidiki dugaan kasus perkelahian yang melibatkan Praja Madya Putri Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), Jatinangor Kab.Sumedang.

Kapolres Sumedang, AKBP Yully Kurniawan melalui Kasat Reskrim AKP Niko N Adi Putra, kepada “GM”, melalui telepon selulernya, Rabu (30/4/14), membenarkan tengah melakukan penyelidikan terhadap dugaan kekerasan yang melibatkan sejumlah Praja Putri IPDN. “Saat ini, kami sedang melakukan penyelidikan awal, atas dugaan tindak kekerasan (perkelahian-red) yang melibatkan sejumlah Praja Madya Putri di Kampus IPDN,” tandasnya.

Penyelidikan itu dimulai dengan cara menghimpun keterangan dan menggali informasi, yang terangkai dengan dugaan kekerasan yang terjadi di lingkup Kampus tersebut. “Ya, baru penyelidikan awal saja. Dan secara resmi, kami belum menerima laporan tentang adanya kejadian itu,” ujar Kapolres, menegaskan.

Sebelumnya, kabar perkelahian praja putri IPDN di kampus Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Jatinangor, Kabupaten Sumedang, menyebar di kalangan masyarakat dan wartawan.

Bahkan di antara korban dikabarkan sempat ada yang dilarikan ke Rumah Saki Cicendo Kota Bandung, karena menderita luka di bagian matanya.

Berdasarkan informasi yang berkembang, luka yang diderita praja tersebut akibat terkena siraman cairan kimia. Namun kemudian, dugaan insiden itu, dibantah oleh Kepala Biro (Kabiro) Kemahasiswaan, Bernhard didampingi Kepala Bagian (Kabag) Humas IPDN, Bisri dan Kepala Bagian Pengasuhan, Adam Ismail.

“Tak benar terjadi perkelahian antarpraja madya putri di kampus IPDN,” kata Bernhard kepada wartawan di lingkungan kampus IPDN Jatinangor, Selasa (29/4).

Masih menurut Bernhard, kejadian yang sebenarnya adalah kecelakaan yang mengakibatkan beberapa praja dirawat di klinik IPDN. “Kecelakaan itu terjadi pada Minggu (27/4) seusai kegiatan jalan juang yang diikuti sebanyak 802 praja IPDN Jatinangor,” katanya.

Namun begitu, aparat Kepolisian dari Polres Sumedang, tetap akan menyelidiki dugaan kasus tersebut. “Ini sudah menjadi tanggung jawab kami, untuk menyelidikan kebenaran dari dugaan kekerasan yang terjadi disana (Kampus IPDN). Langkah yang kami lakukan ini, biar permaslahannya menjadi clear sehingga tidak ada pihak-pihak yang merasa disudutkan atau dirugikan, akibat munculnya kabar tersebut,” imbuh Yully.

Sumber : http://www.klik-galamedia.com/