Polres Sumedang Bekuk Pelaku Trafficking Antar Pulau

by -22 views

Jatinangorku.com – Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) Polres Sumedang, berhasil membekuk Hadi (52), pelaku human trafficking (perdagangan manusia) antar pulau, di rumahnya, Pagaden, Subang.

Berdasarkan keterangan yang berhasil dihimpun , Rabu (6/5/2015), terungkapnya kasus perdagangan manusia yang dilakukan oleh tersangka yang kini mendekam di dalam tahanan Mapolres Sumedang, berawal dari laporan korban, Yayah (46), Engkas (45), Sawi (41) dan Neli (16), kepada Polsek Buahdua. Pelapor tercatat sebagai korban merupakan warga Desa Gendereh Kec.Buahdua Kab.Sumedang.

“Dari laporan korban, pada 23 April lalu, tersangka datang ke kampung mereka, untuk menawarkan pekerjaan sebagai pembantu rumah tangga,” kata Kasat Reskrim Polres Sumedang, AKP Niko N Adi Putra.

Karena korban lagi butuh pekerjaan, akhirnya hari itu juga, korban dibawa tersangka berpindah-pindah tempat, mulai dari daerah Indramayu, kemudian Bekasi dan berakhir di Lampung. Sampai sejauh itu, korban tidak memiliki prasangka buruk. Namun kecurigaan mulai timbul, ketika salah seorang korban yang sudah berpengalaman bekerja menjadi TKI (Tenaga Terja Indonesia), menanyakan nama perusahaan penyalur tenaga kerja yang merekrutnya, serta mempertanyakan kenapa tidak dilakukan medical check up terlebih dulu.

“Korban curiga setelah tersangka tidak bisa menjelaskan yang dipertanyakan oleh mereka. Melihat gelagat ada yang tidak beres, korban akhirnya melarikan diri dari tempat penampungan dengan memanfaatkan kelengahan tersangka,” terangnya.

Hingga tiba di Kampungnya, 25 April lalu, korban melapor ke Pemerintah Desa Gendereh, dan selanjut aparat desa, mendamping mereka untuk melanjutkan laporan tersebut ke Polsek Buahdua.

“Berbekal informasi yang diberikan korban, kami segera membentuk tim, untuk melakukan pengejaran terhadap tersangka. Setelah melakukan pengintaian dan berkoordinasi dengan apara kepolisian Subang, tersangka akhirnya bisa kami ciduk dari rumahnya,” ungkapnya.

Atas perbuatannya itu, tersangka dijerat pasal berlapis Undang-Undang 21/2007 dengan ancaman maksimal 15 tahun kurungan pejara.

“Penyidikpun masih terus mengembangkan kasus ini, karena dimungkinkan masih ada korban lain, akibat aksi tersangka,” katanya.

Sumber : http://www.galamedianews.com/