Praja IPDN Dilarang Makan di Luar, Pengusaha Rumah Makan Oleng

by -23 views


JATINANGOR (15/10)

Buntut diberlakukannya larangan praja IPDN makan di luar kampus, belasan rumah makan di, Jatinangor, Kabupaten Sumedang oleng dan sekarat. Para pemilik kini banyak yang banting stir menjadi supir angkutan kota dan foto kopi.

“Kami sudahj setahun tak buka usaha kuliner. Bankrut,“ kata Herman,50, seorang pemilik rumah makan, Minggu. Dia mengakui, belasan rumah makan yang ada di depan kanmpus IPDN awaknya sangat menjanjikan.

Setiap hari praja IPDN selalu makan di luar dan masuk rumah makan sesuai dengan selera mereka.

Namun sejak tahun 2011 dari IPDN mengeluarkan  aturan baru yang melarang seluruh praja untuk makan diluar baik siang maupun malam. Semenjak aturan itu diberlajukan, tak ada satu praja pun yang menginjakan kaki di rumah makan.

“Aturan itu diberlakukan, kondisi rumah makan sudah oleng. Kini resmi tutup. Diperkirakan ada 12 rumah makan yang semula oleng kini tutup,“ ungkap warga.

Mayang, pengusaha rumah makan depan IPDN

Pengusaha lain, Mayang, pusat kuliner Boga Rasa (Bosa) di Jatinangor, mengaku kini usahanya sudah oleng setelah adanya larangan praja IPDN makan diluar.

“Kami kini usaha katering tapi kerjasama dengan perusahaan dan pemerintahan. Kalau ada yang pesan baru buka,“. Dia menegaskan, 2011 usaha kuliner di Jatiangor depan kampus IPDN sangat lumayan pesat.

Belakangan, omzet terus merosot hingga bangkrut.“ Pusat kuliner kami sepi sudah setahun. Paling ramainya setiap malam minggu,“. Dengan adanya kejadian seperti ini, Mayang berharap supaya IPDN mencabut larangan praja makan di luar kanmpus.“ Mudah-mudahan larangan itu dicabut. Kasihan pengusaha kuliner,“.

Keterangan menyebutkan, praja IPDN dilarang makan di luar dan diwajibkan membeli makanan di kafe-kafe yang ada di lingkungan kampus. Kafe yang kini berdiri dikelola langsung para pejabat di lingkungan IPDN. “ Perputaran uang praja itu tak jauh, antara praja, dan kampus,“ kata seorang petugas di IPDN, Minggu.(Dono/dms)

sumber : poskota